Sandiaga Ingin Anak Betawi Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Rabu, 13/06/2018 19:13 WIB
Sandiaga Ingin Anak Betawi Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyatakan Betawi harus menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Hal itu disampaikan saat meresmikan Kampung Betawi di Pasar Seni Taman Impian Jaya Ancol.

"Kita ingin anak-anak Betawi menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Di sini juga ada kejayaan aneka kuliner dan busana Betawi," kata Sandiaga, Rabu (13/6).

Ia menceritakan Pasar Seni merupakan tempat ikonik baginya dulu karena mulai dari seniman seperti pelukis hingga penyanyi menampilkan karyanya di sana.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama PT Jaya Ancol, kata Sandiaga, melalui public private partnership bakal merenovasi Pasar Seni.


"Kalau dilihat setting-nya cukup zaman old dengan genting sirap begini. Tapi sebentar lagi akan disulap dan dimulai hari ini dengan peresmian Kampung Betawi," ucapnya.

Sandiaga berharap Kampung Betawi nantinya menjadi tujuan orang-orang terutama pendatang setelah lebaran jika ingin mencari oleh-oleh khas Betawi.

Di sisi lain, Kampung Betawi juga diharapkan dapat meningkatkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Saat ini, 42 UMKM melalui OK OCE Smart telah bergabung di sana.

"Sebentar lagi akan kedatangan 1,2 juta orang masuk Ancol sekitar 1-2 minggu lebaran. Ini pasar yang sangat menjanjikan buat UMKM menjual produk mereka," kata politikus Partai Gerindra ini.


Sebelumnya, Sandi juga meyakini program One Kecamatan One Center For Enterpreneurship (OK Oce) mampu menekan tingginya tingkat pengangguran di DKI Jakarta. Hanya saja menurut dia program ini tak bisa berdiri sendiri dan perlu didukung pihak lain.

"Kami sudah bisa perkirakan dalam satu tahun ada 40 ribu lapangan kerja, jadi untuk lima tahun sudah bisa 200 ribu lapangan kerja, itu hitungannya, jadi ya bisa (kurangi pengangguran)," kata dia.

Menurut Sandi, program itu perlu didukung perangkat lainnya supaya bisa berjalan maksimal. Misalnya ada dukungan dari pihak PD Pasar Jaya, dan BUMD lainnya. (ugo/asa)