Kapolri Prediksi Jakarta dan Jabar Alami Kemacetan Arus Balik

Gloria Safira Taylor, CNN Indonesia | Kamis, 14/06/2018 16:52 WIB
Kapolri Prediksi Jakarta dan Jabar Alami Kemacetan Arus Balik Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kapolri Jenderal Tito Karnavian memprediksi Jawa Barat dan Jakarta akan mengalami persoalan kemacetan saat arus balik mudik lebaran dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Arus balik ini nanti dari Jawa Tengah dan Jawa Timur tetap nanti persoalannya di Jawa Barat dan Jakarta," ujarnya di Mapolda Metro Jaya usai melakukan pemantauan arus mudik, Kamis (14/6).

Tito menjelaskan untuk kawasan Jawa Barat terdapat tiga titik yang akan mengalami kemacetan. Titik pertama yaitu di kawasan Cipali.


Kemacetan yang terjadi di Cipali nanti, Tito mengatakan masih sama dengan kemacetan saat arus mudik berlangsung yaitu kurangnya rest area atau tempat peristirahatan bagi pemudik.

Antrean para pemudik yang hendak beristirahat di rest area tersebut nantinya akan berujung pada kepadatan dan melambannya laju kendaraan. Maka itu Tito mengatakan sebaiknya rest area di tol tersebut ditambah dengan rest area sementara.


"Hari ini Pak Menteri Perhubungan membuat rapat untuk menambah rest area atau memaksimalkan rest area yang sudah ada misalnya menambah toilet, nambah tempat makannya dan lain-lain untuk membantu masyarakat," tuturnya.

Titik kedua akan terjadi kemacetan di gerbang tol Cikarang Utama disebabkan oleh bottle neck atau penyempitan jalan. Tito mengatakan ada dua teknis untuk mengurai kemacetan di sana.

Teknis pertama yaitu dengan mengeluarkan sebagian kendaraan pemudik di Jalur Pantura. Sedangkan teknis kedua dengan manajemen khusus di gerbang tol Cikarang Utama tersebut. Namun untuk teknisnya seperti apa, hal tersebut masih dibicarakan.


Titik ketiga, Tito memperkirakan kepadatan akan terjadi di Jawa Barat bagian Selatan khususnya Nagreg dan Gentong. "Sudah ada komunikasi dan koordinasi, andong-andong tidak boleh keluar tapi dibayar oleh pemerintah untuk kompensasinya," ucapnya.

Sistem buka tutup juga akan dilakukan di kawasan tersebut jika arus balik dari Tasikmalaya terlalu besar.

"Kalau arus dari Tasikmalaya banyak sekali maka akan ditutup yang dari Bandung menuju Tasikmalaya, begitu sudah lancar maka nanti akan dibuka lagi. Teknisnya seperti itu," kata Tito.

Kemudian persoalan di Jakarta, Tito meminta kepada jajaran Polda Metro Jaya untuk memperhatikan arus balik dari Cikarang Utama menuju Cawang.


Jika arus balik menuju Cawang diperkirakan cukup banyak maka semua pintu masuk tol dalam kota akan ditutup. Pengendara mobil diharapkan melalui jalan non tol.

"Begitu terjadi banyak arus maka semua pintu tol dalam kota tidak boleh ada kendaraan masuk ke dalam pintu tol, tutup. Yang lain silakan lewat samping saja. Tol hanya difungsikan untuk menguras arus yang masuk dari Cikarang Utama (menuju) Cawang. Keluarkan ke Buncit, Tomang, Tanjung Priok, Cempaka Putih semua untuk menguras keluar (hingga situasi normal)," tuturnya.

Untuk teknis contra flow atau oneway, Tito mengatakan akan melihat situasi di lapangan. Namun hal tersebut bisa dilakukan jika terjadi kepadatan yang cukup besar. (wis)