Cuti Lebaran Panjang, Tak Ada Lonjakan Penumpang di Soetta

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Sabtu, 23/06/2018 13:33 WIB
Cuti Lebaran Panjang, Tak Ada Lonjakan Penumpang di Soetta Arus penumpang mudik dan balik di Bandara Soekarno Hatta merata. (CNN Indonesia/Gloria Safira Taylor)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Angkasa Pura II (Persero) mengklaim tak mengalami lonjakan penumpang sepanjang masa arus mudik dan arus balik Idulfitri tahun ini. Arus keberangkatan dan kedatangan penumpang terdistribusi rata akibat kebijakan pemerintah menambah cuti bersama menjadi 10 hari.

Cuti bersama yang panjang membuat sebagian besar pemudik sudah pulang kampung di hari pertama dan kedua libur, atau H-8 dan H-7. Itu pun berimbas pada keberangkatan H-3 dan H-2 tahun ini, yang jumlah penumpangnya lebih sedikit dibanding tahun lalu.

Data AP 2 menunjukkan, arus penumpang pada H-3 dan H-2 tahun ini masing-masing terbilang menurun 1 persen dan 3 persen ketimbang periode serupa tahun sebelumnya.



Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin menuturkan, biasanya pada H-3 dan H-2 Lebaran lah Bandara Soekarno-Hatta mengalami lonjakan penumpang. Tahun lalu, pengunjung Soekarno-Hatta pada H-3 dan H-2 Idulfitri masing-masing bisa mencapai 208.434 penumpang dan 213.774 penumpang. Sementara pada hari operasional normal, jumlahnya hanya 163.592 penumpang.

"Periode angkutan Lebaran kali ini memberikan potret kebijakan pemerintah dalam melakukan cuti bersama. Pergerakan penumpang justru terjadi di awal libur bersama. Karena dapat libur yang cukup panjang, jadi bandara tidak mengalami spike (lonjakan penumpang) yang berbeda," kata Awaluddin di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (23/6).

Penambahan waktu cuti bersama ini, lanjut dia, juga membantu meringankan sisi operasional bandara. Dengan waktu cuti yang terbatas, biasanya bandara mengantisipasi lonjakan penumpang dengan menambah penerbangan. Jam operasional bandara juga perlu diperpanjang.


Itu bukan perkara mudah karena AP II juga perlu mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten demi memenuhi lonjakan tersebut. Kini kondusinya disebut lebih kondusif.

Kondisi ini pun, menurut Awaluddin, bisa menjadi referensi yang baik bagi pemerintah dalam membuat kebijakan libur lebaran di tahun 2019. Namun, ia tak serta-merta memberi rekomendasi pada pemerintah agar kembali menambah cuti bersama untuk mudik tahun depan.

"Perpanjangan atau penambahan kegiatan libur bersama membuat pola pergerakan berbeda, baik arus mudik dan balik. Dalam beberapa kesempatan kami memonitor pergerakan penumpang dan pesawat, pola ini menjadi referensi baru pada saat nanti di tahun depan bagi kami jika ada kebijakan baru yang dilakukan pemerintah," tutur Awaluddin menambahkan.


Tahun ini memang Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB), Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Agama sudah meneken Surat Keputusan Bersama (SKB) Nomor 707 Tahun 2017, Nomor 256 Tahun 2017, Nomor: 01/Skb/Menpan-Rb/09/2017 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2018, yang menetapkan cuti bersama dalam rangka perayaan Lebaran 2018 pada tanggal 13, 14, 18 dan 19 Juni 2018.

Pemerintah lalu memutuskan untuk menambah masa cuti bersama yakni 11, 12, 20, dan 21 Juni.

Sejauh ini, data AP II menunjukkan penumpang sepanjang arus mudik dan balik di Soekarno-Hatta menembus 3 juta penumpang, antara H-8 hingga H+6. Angka ini tercatat meningkat 5,82 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni 2,83 juta penumpang.


Arus penumpang pada masa mudik paling tinggi di Soekarno-Hatta terjadi pada H-7 dengan jumlah 206.335 penumpang, atau tumbuh 15 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, arus penumpang pada arus balik sempat memuncak di H+4 dengan jumlah 211.958 penumpang. (rsa)