Jalaluddin dan Yusuf duduk di ruang tengah sembari berbincang dengan tamu lainnya, selepas Khofifah memberikan keterangan kepada media bersama pasangannya Emil Elistyanto Dardak dan perwakilan partai pendukung.
Mereka berdua serta kakaknya Fatimahsang Mannagalli dan adiknya Ali Mannagalli setia menemani sang ibu beraktivitas seharian kemarin. Mulai dari ikut berziarah ke makam kakek, nenek, dan ayahnya sampai pemungutan suara di TPS 16, yang tak jauh dari rumahnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Khofifah sebelumnya pernah maju sebagai calon gubernur Jawa Timur pada pemilihan 2008 dan 2013 lalu. Namun, pada dua edisi sebelumnya itu Khofifah keok dari duet Sukarwo-Saifullah Yusuf (Gus Ipul).
"Saya sebagai anaknya selalu support ke ibu. Dan menurut saya sangat sayang sekali jika di tengah jalan ini Ibu berhenti," kata dia saat berbincang dengan CNNIndonesia.com.
Jalal mengatakan, yang rutin menemani Khofifah selama kampanye ke sejumlah wilayah di Jawa Timur adalah kakaknya, Fatimahsang atau yang akrab dipanggil Ima.
"Saya sabtu-minggu selalu pulang ke Jawa Timur. Buat nemenin ibu (kampanye). Karena tenaga ibu dari anak-anaknya," ujarnya.
Dukungan kepada Khofifah untuk tetap maju kini membuahkan hasil. Berdasarkan hitung cepat beberapa lembaga survei pasangan Khofifah-Emil unggul dari pasangan nomor urut 2 Gus Ipul-Puti Guntur Sukarno. Selisih kedua pasangan ini mencapai 9 persen.
Sementara berdasarkan penghitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU), dari data C1 yang masuk sejak semalam sampai pukul 13.00 WIB, Khofifah-Emil memperoleh 53,65 persen dan Gus Ipul-Puti mendapat 46,35 persen.
Meskipun demikian, Jalal menyebut keunggulan ibunya belum final sebelum adanya keputusan resmi dari KPU Jawa Timur. Menurut dia, dirinya dan sejumlah relawan lainnya saat ini akan mengawal proses perhitungan suara, dari tingkat kecamatan, kabupaten/kota, hingga provinsi.
"Sekarang yang kami lakukan adalah terus menjaga suara ini, sampai perhitungan manual di KPU Jatim," kata dia.
Berbeda dengan Jalal, Yusuf mengaku sempat tak mengizinkan Khofifah maju kembali dalam Pilgub Jawa Timur. Ia merasa khawatir ibunya kembali terjungkal dalam perebutan kursi Jatim 1.
Menurut Yusuf, dari empat anak Khofifah hanya dirinya yang tak setuju ibunya maju lagi.
"Pas awal itu, kakak-kakak, adik, semuanya setuju. Saya pribadi awalnya kurang sreg, karena saya tahu medannya Jawa Timur cukup berat," kata dia, yang duduk di samping Jalal saat berbincang dengan CNNIndonesia.com.
"Saat itu ada kiai di Malang yang menyampaikan, ridhoi saja ibu mu semoga mendapat yang terbaik. Akhirnya saya ikut meridai," tuturnya.
Setelah mengetahui keunggulan ibunya, Yusuf, yang masih kuliah di Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya, Malang, mengingatkan agar Khofifah menjaga kesehatan ketika memimpin nanti.
Menurut dia, mantan Menteri Sosial itu kerap lupa makan dan beristirahat ketika sudah sibuk bekerja.
"Karena ibu memang cara kerjanya enggak tau tidur, makan juga jarang. Saya berharap beliau jaga kesehatan sambil menyelesaikan pekerjaannya," ujarnya.
Amanah pada Warga Jatim
Jalal dan Yusuf pun berharap Khofifah amanah memegang kepercayaan warga Jawa Timur yang telah memberikan kepercayaan, melihat perolehan suara sementara dari hasil hitung cepat beberapa lembaga survei maupun KPU unggul dari pesaingnya Gus Ipul-Puti.
"Supaya ibu menjadi pemimpin yang dicintai rakyatnya dan dapat memegang amanah dan memajukan tanah kelahirannya Jawa Timur," kata Jalal.
"Semoga proses tanggung jawabnya dijalani sesuai dengan amanah, semoga tetap amanah, semoga tetap jujur. Semoga tetap memegang integritas yang dipegang dari awal," sambung Yusuf.
Jalal sedikit berpesan agar Khofifah dan Emil lebih memperhatikan kaum milenial yang berdomisili di Jawa Timur. Jalal yang mengaku kaum milenial ingin ikut bagian dalam membangun wilayah timur Pulau Jawa dalam lima tahun mendatang.
"Ajak anak muda juga ikut berpartisipasi dalam Pemprov ini membangun Jawa Timur. Karena banyak anak muda di Jawa Timur ini yang ide-idenya cemerlang dan harus dimanfaatkan," kata dia.