Kelakar itu bermula saat Tjahjo mengabsen satu per satu gubernur yang hadir dalam acara Pengukuhan Pengurus Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (2/7).
Iriawan duduk di samping Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang merupakan mantan Kapolda Bali. Melihat posisi duduk mereka, Tjahjo lantas menggoda Iriawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
M. Iriawan saat masih menjabat Kapolda Metro Jaya. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi) |
Iriawan, yang sempat dikenal dengan panggilan Iwan Bule, tampak tertawa mendengar Tjahjo melontarkan guyon tersebut. Para tamu yang hadir pun turut tertawa.
Di sela acara, Iriawan memberikan komentar terkait candaan Tjahjo tersebut. Dia mengaku belum ada niat untuk maju sebagai calon gubernur Jabar lima tahun ke depan. Iriawan hanya mengatakan ingin fokus menjadi Penjabat Gubernur yang dipercayakan kepadanya hingga Pilkada 2018 usai.
"Alhamdulillah, semua kita kerja ikhlas agar Pilkada lancar semua," lanjutnya.
Iriawan diangkat sebagai Penjabat Gubernur Jawa Barat menggantikan Ahmad Heryawan yang telah habis masa jabatannya. Pengangkatan Iriawan merujuk dari Keputusan Presiden 106/P/tahun 2018 yang dikeluarkan pada 8 Juni 2018.
Pengangkatan Iriawan sempat menuai pro kontra bagi sejumlah pihak, khususnya akademisi serta partai oposisi pemerintah. Mereka menilai polisi tidak dapat menduduki jabatan sipil seperti gubernur kecuali jika mengundurkan diri dari institusinya.
Sementara pihak oposisi pemerintah menduga penempatan Iriawan di Jawa Barat untuk mengamankan suara paslon cagub-cawagub tertentu dalam Pilkada 2018.
Lihat juga:Iriawan Kebut Pembebasan Lahan Tol Bocimi |
M. Iriawan saat masih menjabat Kapolda Metro Jaya. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi)