Ada Wacana JK Capres, Golkar Tetap Usung Jokowi-Airlangga
DZA | CNN Indonesia
Rabu, 04 Jul 2018 09:10 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Politikus Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan bahwa partainya akan tetap mengusung Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden dan Airlangga Hartarto sebagai wakil presidennya.
Pernyataan itu dilontarkan menanggapi wacana pencalonan presiden Jusuf Kalla (JK) yang disandingkan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
"Golkar tetap pada pendirian Jokowi presiden, dan wacana yang berkembang adalah wapresnya Airlangga," kata Bambang Soesatyo di Gedung Parlemen, Selasa (3/7).
Seperti yang diketahui bahwa JK merupakan politikus senior dari partai yang berlambangkan pohon beringin tersebut. Sedangkan AHY merupakan Komando Tugas Bersama (Kogasma) di partai Demokrat.
Bamsoet pun enggan mengomentari lebih lanjut mengenai wacana pasangan JK-AHY yang akan maju dalam kontestasi pemilihan presiden dan wakil presiden pada 2019 mendatang.
"Emang gua pikirin partai lain. Kita ngurusin partai masing-masing lah. Golkar memikirkan partai Golkar sendiri, Demokrat juga begitu, biarkan publik yang nanti akan memilih," kata Bamsoet.
Koalisi pasangan JK-AHY semakin santer terdengar setelah pertemuan yang dilakukan politikus senior Golkar dengan Susilo Bambang Yudhoyono beberapa waktu yang lalu.
Menurut Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon, paduan antara JK-AHY sangat tepat untuk memimpin Indonesia setelah putusan MK menolak uji materi pencalonan JK sebagai wapres.
Jansen mengatakan putusan MK itu juga memotivasi Demokrat untuk mengusung JK sebagai capres, didampingi dengan AHY.
(sur)
Pernyataan itu dilontarkan menanggapi wacana pencalonan presiden Jusuf Kalla (JK) yang disandingkan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Seperti yang diketahui bahwa JK merupakan politikus senior dari partai yang berlambangkan pohon beringin tersebut. Sedangkan AHY merupakan Komando Tugas Bersama (Kogasma) di partai Demokrat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Emang gua pikirin partai lain. Kita ngurusin partai masing-masing lah. Golkar memikirkan partai Golkar sendiri, Demokrat juga begitu, biarkan publik yang nanti akan memilih," kata Bamsoet.
Lihat juga:Airlangga Langsung 'Kabur' Usai Bertemu JK |
Jansen mengatakan putusan MK itu juga memotivasi Demokrat untuk mengusung JK sebagai capres, didampingi dengan AHY.
(sur)