Sandi Berdalih Budget Kunker Rp54 M 'Sisaan' Era Sebelumnya

dhf, CNN Indonesia | Kamis, 05/07/2018 22:15 WIB
Sandi Berdalih Budget Kunker Rp54 M 'Sisaan' Era Sebelumnya Pos anggaran untuk kunker dalam APBD DKI 2018 sebesar Rp54 miliar lebih. Sandiaga Uno menyebut anggaran itu sudah disusun pada era pemerintahan sebelumnya. (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Lawatan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno ke luar negeri dalam beberapa waktu terakhir mendapat sorotan DPRD DKI. Sebab keduanya terbang ke luar negeri menggunakan uang negara yang tercantum dalam APBD 2018.

Menurut situs e-budgeting DKI Jakarta, apbd.jakarta.go.id, perjalanan dinas staf dan pejabat DKI Jakarta dimodali Rp54.589.446.000. Angka itu untuk perjalanan dinas ke dalam dan luar negeri.

Anggaran tersebut masuk dalam pos Pelaksanaan Kunjungan Kerja Pejabat dan Staf dan berada pada Biro Administrasi dan Sekretariat Daerah.


Angka itu mengalami lonjakan dari anggaran tahun 2016 dan 2017. Di situs yang sama, pada APBD 2016 kunjungan kerja dianggarkan Rp22,6 miliar dan disesuaikan pada APBD-Perubahan sebesar Rp15,4 miliar.

Tahun 2017, Pemprov DKI menganggarkan Rp35,7 miliar untuk kunjungan kerja. Lalu pada APBD-Perubahan anggarannya menyusut jadi Rp15,4 miliar.

Sandi berdalih anggaran kunker itu digunakan untuk menampilkan Jakarta di kancah nasional dengan mengunjungi sister city atau kota sahabat Jakarta di negara lain.

Namun saat ditanya soal anggaran kunker Rp54,5 miliar dan melebihi anggaran dari tahun-tahun sebelumnya, Sandi melontarkan jawaban klasik, bahwa anggaran tersebut sudah disusun sebelum mereka dilantik. Dalam artian pos anggaran kunker sebesar Rp54 miliar itu merupakan 'sisa' era pemerintahan sebelumnya.

"Mungkin bisa me-refresh memorinya bahwa ketika kami masuk 2017 itu sudah diketuk anggarannya 2018 dan sudah jadi," ujar Sandi saat ditemui di Wisma Atlet Kemayoran, Kamis (5/7).

Sandi mengklaim Pemprov DKI di bawah Anies dan dirinya ini masih terbilang rendah dari segi penyerapan anggaran pada 2018 ini. Hal itu, kata Sandi, karena APBD 2018 akan diefektifkan penggunaannya saat 2019 nanti.

"Kita kalau dilihat sekarang yang dilakukan Pak Anies dan kami cenderung masih sangat rendah dari segi penyerapan. Dan salah satunya itu memang efektivitasnya akan kami gunakan buat di 2019," tutur Sandi.

Rincian Anggaran Perjalanan Kunker

Dalam situs e-budgeting itu memang tidak dirinci berapa uang yang keluar setiap dalam perjalanan kunker pejabat Pemprov DKI. Namun ada plafon anggaran untuk setiap komponen perjalanan dinas.

Misalnya untuk perjalanan dinas dalam negeri dianggarkan Rp36,3 miliar. Biaya itu antara lain biaya hotel untuk 9.200 orang dipatok Rp9,6 miliar.

Lalu uang harian perjalanan dinas dianggarkan sebesar Rp1,5 juta per hari dengan total Rp2 miliar untuk 1.376 orang.

Biaya tiket pesawat perjalanan dinas mencapai Rp18,5 miliar untuk 3.502 orang. Biaya kelebihan bagasi dengan batas 2.518 kilogram dipatok Rp100 juta. Biaya representasi untuk 1.500 orang Rp375 juta.

Anggaran untuk taksi dari tempat kedudukan ke bandara keberangkatan dan sebaliknya untuk 2.000 orang dicatat Rp340 juta. Sementara taksi dari terminal kedatangan ke tempat acara dan sebaliknya untuk 2.000 orang ditulis Rp710 juta.

Sementara untuk biaya lawatan ke luar daerah dianggarkan Rp18,1 miliar. Rp10 miliar dipatok untuk biaya tiket pesawat bagi 250 orang. Untuk visa Rp537,5 juta. Dan 'uang saku' atau uang harian perjalanan dinas untuk maksimal 1.287 orang mencapai Rp7,1 miliar.

Disorot Fraksi PDIP

Jakarta memiliki 21 sister city di 5 benua. Di Asia Jakarta punya 10 sister city, di Eropa 7, 2 di Afrika, dan masing-masing 1 di Amerika Serikat dan Australia.

Anies sendiri setidaknya sudah melakukan dua lawatan ke luar negeri. Pertama ia berkunjung ke Maroko dan Turki pada 16-22 April 2018 untuk menghadiri undangan dari sister city Jakarta.

Tak sampai sebulan, Anies berangkat ke Los Angeles, Amerika Serikat, pada 29 April-2 Mei 2018. Alasannya, untuk menghadiri pengeratan kerja sama antara Jakarta-LA sebagai sister city.

Tak cuma Anies, Sandi pun sama. Pada Februari 2018, Sandi berkunjung ke Tokyo. Masalah lingkungan, terutama kebun binatang dam gorila, jadi bahasan di sana.

Kemudian pada 25-29 Juni 2018, Sandi menjejakkan kakinya di New York dan Boston, Amerika Serikat. Sandi berdalih kunjungan itu untuk mempelajari teknologi antimacet dam antibanjir.

Kunker-kunker ini bukannya tanpa sorotan. Fraksi PDIP menilai kunjungan Sandi ke Boston dan New York, misalnya, seharusnya tidak perlu dilakukan.

Ketua Fraksi PDIP Gembong Warsono bahkan menyebut Sandi bukan kunker, tapi jalan-jalan. Sebab menurut Gembong, persoalan dan solusi di satu negara bisa dilakukan tanpa perlu mengunjunginya.

"Persoalan yang ada di suatu negara bisa kita pelajari lebih detail kalau kita memanggil mereka ke sini, ahli dari sana hired ke sini. Jadi ya itu jalan-jalan sajalah," tutur Gembong ketika dihubungi, Senin (25/6) lalu. (osc/osc)