Pemprov DKI Akui Program OK OTrip Belum Efektif

Dhio Faiz, CNN Indonesia | Jumat, 06/07/2018 05:20 WIB
Pemprov DKI Akui Program OK OTrip Belum Efektif Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyatakan program itu terkendala pengadaan armada hingga operator yang belum berminat. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengakui program OK OTrip (One Karcis One Trip) belum efektif hingga saat ini. Sandi mengakui masih ada masalah di internal Pemprov DKI Jakarta yang membuat pengadaan armada OK OTrip terhambat.

"Jumlah kendaraan yang ditargetkan 2.687 unit, sekarang jumlahnya tidak sampai seratus unit. Jadi ini presentasenya masih sangat rendah dan kita akan terus genjot," kata Sandi di Balai Kota Jakarta, Kamis (5/7).

Untuk program andalan Anies-Sandi ini, Pemprov DKI telah menganggarkan pengadaan 2.685 bus kecil senilai Rp3,3 triliun pada APBD 2018. Namun sejak April lalu, baru ada 126 bus kecil yang mampu disediakan Pemprov DKI Jakarta. Artinya, baru 4,7 persen target yang tercapai.



Masalah lainnya, ucap Sandi, Pemprov DKI Jakarta belum berhasil menarik para operator angkutan umum untuk bergabung di OK Otrip. Para operator belum menyetujui tawaran harga yang harus dibayar Pemprov DKI Jakarta setiap kilometer.

"Pak Anies sudah menugaskan akhir bulan ini, Juli, harus semua bergabung, operator bergabung, atau mayoritas sudah bergabung. Dan kita ingin target akhir tahun ini bisa tercapai," lanjut Sandi.

Dalam Rapat Paripurna DPRD kemarin, program OK OTrip banyak dikritik berbagai fraksi. Mereka menilai kemajuan program andalan Anies-Sandi ini terlalu lamban dan belum berdampak bagi masyarakat.

"Fraksi Partai Golkar mempertanyakan OK Otrip bus kecil yang hingga saat ini baru mencapai 126 unit selama uji coba tiba bulan, sejak April hingga Juni," kata anggota Fraksi Golkar Tandanan Daulay dalam Rapat Paripurna di gedung DPRD DKI, Jakarta, kemarin.


OK Otrip sendiri merupakan gagasan Anies-Sandi untuk menyiasati tingginya biaya transportasi di Jakarta. Dengan satu kartu khusus, warga Jakarta bisa menggunakam tiga moda transportasi berbeda dengan Rp5 ribu. Batas waktu tiap kali tap maksimal tiga jam. (ayp/gil)