FOTO: Gemuruh Massa Berpeci di Aksi 67

CNN Indonesia/Adhi Wicaksono, CNN Indonesia | Jumat, 06/07/2018 20:43 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Massa Aksi 67 menuntut Polri menyelesaikan beberapa kasus yang melibatkan Viktor Laiskodat dan Sukmawati. Mereka juga menuntut Mendagri Tjahjo Kumolo dipecat.

Massa berseragam putih yang tergabung dalam Aksi 67 bergerak menuju kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta. Mereka memprotes penunjukan Komjen Iriawan sebagai penjabat gubernur Jawa Barat di Kemendagri. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Massa juga menggelar aksi di Bareskrim Polri. Mereka menuntut penanganan berbagai kasus di kepolisian seperti dugaan kasus ujaran kebencian kader Partai NasDem Viktor Laikosdat dan Ade Armando dan SP3 Kasus Sukmawati. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Selain mengawal aksi, aparat kepolisian juga mengatur arus lalu lintas di ruas jalan yang terpantau padat. Sejumlah kendaraan bermotor diperbolehkan melintas di Jalan Medan Merdeka Timur.(CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Teriak dan seruan 2019 ganti presiden terdengar dari mulut peserta Aksi 67 di depan Bareskrim Polri. Seruan itu terdengar bersahutan, salah satunya dalam bentuk pantun. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Massa aksi kecewa karena Bareskrim Polri menghentikan kasus ujaran kebencian dengan terlapor politikus Partai NasDem, Viktor Bungtilu Laiskodat. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Massa sempat berhenti sejenak untuk mendengarkan azan di depan Gedung Pertamina, Jalan Medan Merdeka Timur. Sebagian massa aksi menggelar salat di tengah aksi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Saat massa berjalan ke Gedung Kemendagri, dari atas mobil komando sang orator berteriak dan meminta agar Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo iut dipecat. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Peserta aksi mulai membubarkan diri sekitar pukul 17.30 WIB. Seusai area steril dari peserta aksi, kendaraan diperbolehkan melewati Jalan Medan Merdeka Timur. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)