Keluhan itu disampaikan oleh Ketua Umum FPI Ahmad Sobri Lubis dari atas mobil komando saat berorasi di depan Gedung Pertamina. Sobri menuntut Kementerian Dalam Negeri selaku penanggung jawab untuk lekas menyelesaikan masalah itu.
Lihat juga:FOTO: Gemuruh Massa Berpeci di Aksi 67 |
Sobri berpendapat penanganan e-KTP dan kinerja Kemendagri saat ini meresahkan bagi ulama dan ormas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Aliansi Pergerakan Islam (API) Jawa Barat Asep Syarifudin tak ketinggalan menyentil. Bedanya, Asep mengkritik pembuatan e-KTP yang cepat untuk elite politik tapi lambat untuk masyarakat kebanyakan.
"Ini kan khawatir nanti di Pilpres ada yang curang, ada yang manipulasi. Kita ingin presiden pilihan rakyat, bukan presiden yang takut dengan kaos ganti presiden," serunya lagi.
Aksi 67 sejatinya ditujukan untuk mendesak Bareskrim Polri menyelesaikan kasus-kasus dugaan penistaan agama yang melibatkan sejumlah nama mulai dari Viktor Laiskodat, Cornelis, Ade Armando, dan Sukmawati Soekarnoputri.
Lihat juga:Berkah Para Pemulung Usai Aksi 67 |
(aal)