Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol Ditjen PAS, Ade Kusmanto mengatakan penembakan terjadi sekitar pukul 03.30 WIB.
Kejadian itu pertama diketahui oleh petugas pengamanan Lapas Pekanbaru berinisial R dan W. Keduanya yang saat itu sedang bertugas, mendengar suara letusan dari arah luar Lapas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat pemeriksaan, R dan W tak menemukan orang mencurigakan. Keduanya lantas kembali ke dalam Lapas.
"Karena tidak ditemukan kembali dari mana arah letusan dan apa saja yang rusak, maka petugas pengamanan kembali ke dalam Lapas Pekanbaru untuk kembali fokus pengamanan di dalam Lapas," ujar Ade.
"Saat petugas A akan masuk ke dalam Lapas didapati ruangan kunjungan telah berantakan, kaca dan temboknya telah pecah diduga ditembaki oleh orang tak dikenal," tutur Ade.
Penembakan Lapas Pekanbaru, Riau. (Dok. Humas Ditjen Pas) |
"Masih diselidiki proyektil tersebut karena tidak ada tertulis kaliber berapa. Polisi juga akan memeriksa CCTV di sini," kata Kepala Polsek Bukit Raya Pekanbaru Kompol Pribadi seperti dikutip dari Antara.
Polres Kota Pekanbaru, Riau, menduga motif penembakan itu terkait penangkapan pelaku penyelundupan norkotika jenis sabu pada Sabtu (7/7) malam.
Saat ini, pelaku berinisial F tersebut masih menjalani pemeriksaan intensif oleh kepolisian.
Selain dugaan sabu, sambung Pribadi, beberapa hari sebelum insiden penembakan juga ada pemindahan narapidana dari Lapas Rengat, Indragiri Hulu ke Lapas Pekanbaru.
"Kemarin juga ada pemindahan narapidana dari Rengat. Narapidana narkotika dipindah ke sini. Apakah ada hubungannya? Masih didalami?" imbuhnya. (wis/gil)
Penembakan Lapas Pekanbaru, Riau. (Dok. Humas Ditjen Pas)