"Hal lain terkait dengan pemberitaan bahwa ada dua pegawai Kemenhub yang diamankan pihak Kepolisian. Saya nyatakan tidak ada," kata Djoko saat konferensi pers di Kantor Kemenhub, Jakarta, Minggu, seperti dikutip dari Antara.
Djoko menjelaskan bahwa dua pegawai tersebut hanya dimintai keterangan terkait kejadian kebakaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebakaran di Gedung Kemenhub, Jakarta, Minggu (8/7). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto) |
Kebakaran di Gedung Kemenhub mengakibatkan tiga pegawai meninggal dunia. Djoko memastikan Kemenhub menanggung seluruh biaya korban, baik yang meninggal maupun dirawat.
"Kita masih mengumpulkan informasi yang jelas dari Polri, memang boleh bekerja Sabtu-Minggu karena Kemenhub itu bekerjanya tujuh hari seminggu," katanya.
Sementara itu penyidik Polres Metro Jakarta Pusat menyatakan masih menyelidiki penyebab kebakaran Gedung Kemenhub.
"Kami masih menyelidiki," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Polisi Roma Hutajulu.
Kombes Roma belum bersedia menjelaskan secara rinci terkait penanganan musibah kebakaran itu lantaran masih tahap pendalaman. Namun berdasarkan informasi, polisi telah memeriksa beberapa saksi terkait kronologis kebakaran tersebut.
Unit Ambulan Gawat Darurat Dinas Kesehatan (AGD Dinkes) DKI Jakarta telah mengumumkan 17 nama korban kebakaran Gedung Karya Kemenhub. Dari jumlah itu tiga orang meninggal dunia dan 14 orang selamat.
Sementara itu, dua korban selamat atas nama Syaikhun Afandi (25) dan Suyono (42) menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, dan 12 orang lainnya telah menerima penanganan di tempat dan telah diperbolehkan pulang. (wis)
Kebakaran di Gedung Kemenhub, Jakarta, Minggu (8/7). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)