Jelang Asian Games, Kompleks Jakabaring Disebut Rawan Maling

Aryo Putranto, CNN Indonesia | Selasa, 17/07/2018 05:48 WIB
Jelang Asian Games, Kompleks Jakabaring Disebut Rawan Maling Kompleks Olahraga Jakabaring Sport City (JSC) di Kota Palembang, Sumatera Selatan. (Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kompleks Olahraga Jakabaring Sport City (JSC) di Kota Palembang, Sumatera Selatan adalah salah satu lokasi yang akan dipakai menggelar sejumlah pertandingan, dalam ajang Asian Games 2018. Namun, warga setempat malah kerap mengeluh kalau kondisi keamanan di tempat itu sangat rawan.

Menurut pengakuan sejumlah warga Kota Palembang, kawasan JSC memang rawan kejahatan. Malah peristiwa pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kerap terjadi di sana.

Soleha, warga Jalan Rawasari, Kalidoni, Palembang, mengatakan informasi mengenai maraknya curanmor du Kompleks JSC tersebar di media massa, media sosial dan dalam perbincangan di grup aplikasi WhatsApp.


"Tentunya, saya takut, karena sering dengar banyak kejadian hilang motor, padahal sudah pakai gembok di roda untuk pengaman tambahan," kata Soleha, sebagaimana dilansir Antara, Senin (16/7).


Soleha yang merupakan penggemar sepakbola menyatakan harus memarkir sepeda motornya agak jauh. Yakni di pusat perbelanjaan Lippo Mall.

"Di sini tentu lebih aman, karena ada CCTV-nya, terus parkir karcis," kata dia.

Insiden curanmor itu terjadi pada pertandingan final AFF Woman Champhionship 2018, digelar Jumat (13/7) pekan lalu. Saat itu seorang polwan menjadi korban lantaran sepeda motornya yang diparkir di depan pintu VVIP Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, raib.

Sedangkan menurut seorang relawan dalam turnamen sepakbola itu, Iqbal, sepeda motornya nyaris dicuri. Padahal kuda besinya diparkir di depan ruang wartawan.


"Setelah bertugas, saya ke luar ruangan. Saya terkejut, karena tempat kunci kontak sudah rusak, malahan ada kunci T tertinggal. Saya langsung lapor petugas keamanan GSJ," kata Iqbal.

Iqbal mengaku kecewa atas kejadian itu, karena kendaraannya mengalami kerusakan. Apalagi dia sudah membayar karcis untuk masuk stadion.

"Untuk sepeda motor Rp5 ribu, untuk mobil Rp10 ribu per kendaraan. Tapi, saya yang sudah bertugas selama dua minggu di pertandingan ini heran, kenapa kadang dikasih karcis, kadang tidak. Lagi pula, untuk apa dikasih karcis jika kendaraan tetap tidak aman," kata Iqbal.

Kompleks Olahraga Jakabaring Sport City memiliki luas sekitar 360 hektare mempunyai sejumlah pintu masuk dan keluar, yang dapat diakses masyarakat dengan bebas.

Akses masuk gelanggang olahraga itu dapat melalui pintu utama yang persis di depan Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, yang dijaga oleh beberapa petugas. Di sana memang mereka menyiapkan loket karcis.


Hanya saja akses lain seolah dibiarkan tanpa penjagaan 24 jam. Itu terlihat di gerbang kedua menuju Bowling Centre, dan gerbang dari arah Bank Sumsel Babel menuju ke arena menembak. Kedua jalur ini dapat dipakai pengunjung untuk langsung menuju jalan utama. (antara/ayp)