Sandi Bela Cara Anies Pecat Wali Kota Jaktim Lewat WhatsApp

Dhio Faiz, CNN Indonesia | Selasa, 17/07/2018 11:54 WIB
Sandi Bela Cara Anies Pecat Wali Kota Jaktim Lewat WhatsApp Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno menyebut pemecatan terhadap Wali Kota Jakarta Timur sudah sesuai aturan birokrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyebut cara Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencopot Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardana melalui aplikasi WhatsApp sebagai cara birokrasi 'zaman now.'

Sandi mengklaim tak mempermasalahkan cara pencopotan itu karena telah sesuai aturan yang berlaku.

"Zaman now, kalau sesuai ketentuan dan prosedur. Dijalankan sesuai dengan apa yang sudah digariskan melalui sistem personalia yang berlaku di DKI," kata Sandi di Balai Kota Jakarta, Selasa (17/7).


Dia mengatakan Anies melakukan rotasi, bukan pencopotan. Anies sudah memikirkannya matang-matang dan dilakukan sesuai prosedur.

Kasus yang menimpa Wali Kota Jakarta Timur, klaim Sandi, dilakukan tanpa mempertimbangkan urusan personal. Sandi bilang Bambang dilepas dari Wali Kota Jakarta Timur karena sudah masuk waktu pensiun.

"Pak Bambang, kan, salah satu wali kota terbaik, dan saya sudah sampaikan itu kesayangannya Pak Anies. Tapi, kan, sudah pensiun, tinggal hitungannya bulan atau minggu," ucap Sandi.

Komisi ASN telah membuka penyelidikan terkait pelanggaran dalam kebijakan perombakan jajaran wali kota, bupati, dan kepala dinas di lingkungan Pemprov DKI. Beberapa orang yang dicopot pun angkat suara.

Bambang menyebut pencopotan dilakukan lewat surat keputusan yang dikirim kepadanya via pesan singkat. Bahkan hingga kini ia belum menerima salinan asli dan tak tahu apa yang harus dikerjakannya hingga pensiun 1 Oktober 2018.

"Yang saya masalahkan selama ini saya belum terima Keputusan Gubernur yang asli, hanya saya di-WA, dipensiunkan. Pensiun per tanggal berapa enggak tahu dan posisi sekarang di mana juga enggak tahu," ucapnya saat dihubungi pada Senin (16/7).

(wis)