Jokowi Minta Lulusan Akademi TNI dan Polri Jaga Intergitas

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Jumat, 20/07/2018 05:45 WIB
Jokowi Minta Lulusan Akademi TNI dan Polri Jaga Intergitas Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla usai memimpin upacara Prasetya Perwira TNI dan Polri 2017, di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (25/7/2017). (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo meminta para lulusan akademi TNI dan Polri menunjukkan integritas sekaligus kesetiaan kepada kepentingan masyarakat, negara, serta orang tua.

Instruksi itu diberikan saat menjadi inspektur upacara dalam acara pelantikan para lulusan akademi atau Prasetya Perwira (Praspa) TNI dan Polri 2018.

Acara ini dihadiri oleh 724 perwira, yang terdiri dari 225 orang akademi militer, 102 anggota Angkatan Darat, 119 anak didik Angkatan Udara, dan 278 orang Akademi Kepolisian.


"Mulai saat ini saatnya saudara-saudara menunjukkan prestasi sebagai ksatria tangguh. Tunjukkan integritas dan loyalitasmu kepada masyarakat dan negara," ucap Jokowi di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (19/7).

Seorang taruna TNI AL bersama keluarga usai upacara Prasetya Perwira Akademi TNI dan Polri 2017, di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (25/7/2017)Seorang taruna TNI AL bersama keluarga usai upacara Prasetya Perwira Akademi TNI dan Polri 2017, di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (25/7/2017). (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Menurutnya, hal itu harus dilakukan sebab negara bakal menghadapi banyak tantangan karena perkembangan zaman serta teknologi. Upacara ini, kata Jokowi, juga menjadi peneguhan tanggung jawab dan kewajiban para perwira.

Ia menegaskan perwira TNI dan Polri harus mengabdi pada bangsa dan negara, menjaga serta menegakkan merah putih, bahkan mendukung kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

"Hati kalian akan merawat kedekatan dengan rakyat. Tekad kalian akan memperkokoh Pancasila, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika," ucapnya.

Di sisi lain, Presiden mengingatkan keberadaan perjuangan para perwira dalam masa pendidikan bisa sampai di Istana hari ini tak lepas dari dukungan orang tua serta para pengajar.

Mantan Kakorlantas Polri Djoko Susilo, salah satu perwira Polri yang terjerat kasus hukum.Mantan Kakorlantas Polri Djoko Susilo, salah satu perwira Polri yang terjerat kasus hukum. (Fanny Octavianus)
"Ini saatnya saudara bersyukur kepada Tuhan, saatnya bersimpuh kepada ibu pertiwi, bersimpuh kepada orang tua, dan berterima kasih atas segala pengorbanannya," tutur mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Sebelumnya, sejumlah perwira tinggi TNI dan Polri tersangkut kasus yang mencoreng integritasnya. Di antaranya, eks Wakil Gubernur Akademi Angkatan Udara Marsekal Pertama Fachri Adamy sebagai tersangka kasus korupsi Helikopter AW-101, dan Brigjen Teddy Hernayadi yang divonis hukuman seumur hidup dalam kasus korupsi alutsista.

Selain itu, ada mantan Kakorlantas Irjen DJoko Susilo yang jadi terpidana kasus korupsi pengadaan simulator uji SIM.

(arh/wis)