Kepanikan Emak-Emak Bikin Rusuh Antrean Tiket KRL

Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Senin, 23/07/2018 10:17 WIB
Kepanikan <i>Emak-Emak</i> Bikin Rusuh Antrean Tiket KRL Sejumlah penumpang KRL Commuter Line harus datang lebih awal untuk mengantre tiket kertas seperti yang terjadi di Stasiun Bekasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Penumpang KRL Commuter Line Jabodetabek di sejumlah stasiun harus mengantre panjang untuk mendapatkan tiket kertas secara manual. Hal itu lantaran PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) sedang memperbarui sistem pembayaran tiket elektronik.

Devy Oktaviani, penumpang KRL dari Stasiun Depok baru tujuan Tanah Abang harus datang lebih pagi ke stasiun demi sampai tepat waktu di tempat kerjanya. Dia berangkat 30 menit lebih pagi dari biasanya.

"Saya biasanya naik kereta 6.10 kereta balik dari Stasiun Depok. Nah ini saya 5.45 udah standby di loket karena tahu bahwa kartu e-money ngga bisa dipakai," cerita Devy pada CNNIndonesia.com, Senin (23/7) pagi.

Setelah menunggu sekitar 10 menit, Devy telah mendapatkan tiket kertas itu. Namun perjuangannya belum berakhir. Banyaknya masyarakat yang belum mengetahui informasi pembaruan sistem itu panik di pintu masuk stasiun.


Saking paniknya penumpang sempat terjadi aksi dorong-mendorong di stasiun. Petugas terpaksa membuka akses masuk stasiun tanpa mengharuskan penumpang membayar lagi.

"Pas mau masuk, bentrok sama emak-emak dan bapak-bapak yang nggak tahu info ada perubahan sistem tiket. Pada protes ngomel dan alhasil dorong-dorongan nerobos masuk tanpa beli tiket. Kasihan sih petugasnya," lanjutnya.

Hal yang sama juga dialami Fahmi Rizal di Stasiun Bekasi. Karena banyaknya masyarakat yang belum mengetahui informasi, terjadi sedikit kekacauan di stasiun. Meski petugas tak sampai menggratiskan penumpang masuk, kereta terasa lebih padat ketimbang biasanya.

"Antre panjang, kereta jadi lebih padat, riweuh emak-emak ngomel nggak siapin uang receh," terang Fahmi.

Fahmi yang biasanya menempuh perjalanan 1.15 jam dari rumahnya di Bekasi ke salah satu bank BUMN di sekitar Stasiun Jayakarta itu harus merasakan terlambat setengah jam ke kantor. Dia juga khawatir hal yang sama akan terjadi lagi nanti sore jika sistem pembaruan belum juga selesai.

Dia berharap antrean mengular itu bisa dikurangi setiap calon penumpang. Paling tidak, mereka bisa membantu dengan menyiapkan uang pas.

"Sebenarnya meskipun tadi di Bekasi antrean mengular banget, semua loketnya dibuka dan petugasnya banyak, jadi jalan antrean cepat. Kita bisa bantunya pakai uang pas bayar," tutupnya.

Belum diketahui hingga kapan pembaruan sistem ini akan berlangsung. Namun Kepala Stasiun Manggarai Hendrik Mulyanto sempat menyatakan harapannya bahwa sistem akan segera bisa kembali normal siang ini.

"Kita kurang tahu sampai kapan. Tetapi kalau kami sih berharap siang ini sudah bisa kembali digunakan," katanya singkat saat ditemui di Stasiun Manggarai, Senin (23/7).

Pembaruan sistem sendiri sudah dilaksanakan sejak Sabtu (21/7). Akan tetapi, penjualan tiket kertas seharga Rp3.000 sekali perjalanan ke semua tujuan di stasiun-stasiun KRL ini baru dilaksanakan mulai Senin (23/7) demi mengurangi antrean mengular saat hari kerja. (osc)