BNPB: 689 Pendaki Masih Terjebak di Rinjani

Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Senin, 30/07/2018 16:37 WIB
BNPB: 689 Pendaki Masih Terjebak di Rinjani Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, 2017. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho memperkirakan setidaknya 689 pendaki masih terjebak di Gunung Rinjani pasca gempa 6,4 SR mengguncang Lombok, NTB, pada Minggu (29/7). Namun, mereka disebut dalam kondisi baik tanpa kekurangan logistik.

"Masih ada wisatawan terjebak di dua titik Rinjani. Yang pertama, di KM 10 Jalur Sembalun sebanyak 500 orang, yang terdiri dari 135 WNA dan 365 WNI. 40 orang lainnya terjebak di kawasan Batu Ceper," terang dia, dalam konferensi pers yang digelar pada Senin (30/7) di Kantor BNPB, Jaktim.

Menurut Sutopo, para pendaki yang masih terjebak di gunung dalam keadaan baik-baik saja dan tidak kekurangan logistik. Mereka belum bisa turun sejak semalam karena jalur evakuasi yang berpotensi longsor. Para pendaki pun harus menunggu tim evakuasi menjemput dari bawah.


Sebanyak 184 orang dalam tim evakuasi gabungan dikerahkan untuk membantu. Tim juga membawa logistik secara manual untuk korban. Mereka harus menempuh jarak 7-10 jam perjalanan untuk menuju titik evakuasi.

Sejumlah wisatawan pendaki Gunung Rinjani berhasil turun saat terjadi gempa di pintu pendakian Bawaq Nau, Kecamatan Sembalun, Selong, Lombok Timur, NTB, Minggu (29/7). Sejumlah wisatawan pendaki Gunung Rinjani berhasil turun saat terjadi gempa di pintu pendakian Bawaq Nau, Kecamatan Sembalun, Selong, Lombok Timur, NTB, Minggu (29/7). (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)
Sutopo mengatakan medan evakuasi di atas Rinjani jauh lebih sulit dibanding evakuasi di darat. Sebanyak 500 orang dilaporkan akan turun sore ini, namun dia mengaku belum bisa mengkonfirmasi hal tersebut.

Soal jumlah total pendaki, BNPB mencatat setidaknya ada 829 orang yang mendaki Rinjani pada 27-28 Juli. Sebanyak 637 orang di antaranya adalah WNA, dan 192 lainnya adalah WNI.

Kebanyakan WNA berasal dari Thailand (337), disusul Prancis (66), dan Belanda (36), disusul Spanyol (29), Swiss (24), Malaysia (18), China (16) dan negara-negara lain. Namun, tak ada pendaki asing yang meninggal dunia di atas Gunung Rinjani.

Jumlahnya masih bisa bertambah mengingat guide atau pemandu jalan, porter, maupun wisatawan yang naik pada tanggal 25-26 Juli belum semuanya turun. Namun, pada 29 Juli pukul 23.30 WITA, 680 orang berhasil dievakuasi.

Salah satu pos pendakian di Gunung Rinjani, Lombok, NTB.Salah satu pos perkemahan di Gunung Rinjani, Lombok, NTB. (Istockphoto/Skazzjy)
Sutopo mencatat bahwa angka-angka di atas masih bersifat perkiraan dari data permintaan izin pendaki di pintu-pintu masuk pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani. Keberadaan jalur pendakian yang tak resmi dan pelaporan yang tidak ketat membuat pihaknya kesulitan mendapat angka pasti dari jumlah pendaki yang harus diselamatkan di Rinjani.

Sebelumnya, BNPB mencatat hanya ada satu korban meninggal di Gunung Rinjani yaitu Muhammad Ainul Muksin. Korban saat ini masih dalam proses evakuasi. Korban meninggal tertimpa batu longsor saat gempa kemarin.

(arh/wis)