Gerindra, PKS, PAN, Demokrat Bentuk Dua Tim Persiapan Pilpres

Bimo Wiwoho, CNN Indonesia | Kamis, 02/08/2018 03:22 WIB
Gerindra, PKS, PAN, Demokrat Bentuk Dua Tim Persiapan Pilpres Sekjen Gerindra Ahmad Muzani mengatakan setiap parpol mengirim tiga perwakilan untuk satu tim ini. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), serta Partai Demokrat sepakat membentuk dua tim kecil. Rencana Pembentukan tim kecil itu merupakan buah kesepakatan dari pertemuan sekjen dari keempat partai.

Sekjen Gerindra Ahmad Muzani mengatakan setiap parpol mengirim tiga perwakilan untuk satu tim. Dengan demikian, setiap parpol mengirim enam orang ke dalam dua tim. Jumlah anggota kedua tim 24 orang.

"Kami sepakat sepakat tiga orang. Tiga untuk tim 1 dan tiga untuk tim 2. Jadi masing-masing 6 orang perwakilan," tutur Muzani usai bertemu Sekjen PKS, PAN, dan Demokrat di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu malam (1/8).



Muzani menjelaskan kedua tim tersebut akan menyusun visi dan misi capres-cawapres yang diusung bersama. Menurutnya, visi misi mesti dipikirkan sejak dini agar sudah matang ketika capres-cawapres didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Tidak mengalami perubahan-perubahan yang fundamental kalau ada perbaikan," ujar Muzani.

Dua tim yang bakal dibentuk, lanjut Muzani, juga akan merancang suatu kerangka pemerintahan andai koalisi mereka memenangkan Pilpres 2019. Misalnya, mengidentifikasi persoalan yang kini ada kemudian mencari solusinya untuk diterapkan di pemerintahan jika menang dalam Pilpres 2019.

Muzani mengatakan hal itu tidak kalah penting dipersiapkan sejak dini. Tentu disesuaikan dengan perancangan visi dan misi capres-cawapres yang akan diusung.


"Bentuk apa yang akan kita bangun, pemerintahan apa yang akan kita bangun, ekonomi macam apa yang akan kita lakukan, termasuk pembangunan lainnya," imbuh Muzani.

Muzani mengatakan keempat parpol tidak akan kembali membahas calon presiden. Dia mengklaim keempat parpol sudah sepakat untuk mengusung Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

Mengenai cawapres, Muzani mengatakan hal itu merupakan kewenangan ketua umum keempat parpol. Dengan kata lain, bukan level sekjen untuk membahas hingga menentukan cawapres yang menjadi pendamping Prabowo.

Tidak ketinggalan, Muzani juga mengatakan ke depannya para sekjen bakal ada pertemuan lanjutan untuk membahas tim pemenangan capres-cawapres. Termasuk pula mempersiapkan deklarasi capres-cawapres di waktu yang bersamaan oleh keempat parpol.

"Bukan nama [tim], tapi bagaimana strukturnya yang efektif dan bagaimana bisa menjangkau kemenangan seorang calon presiden dan wakil presiden," imbuh Muzani.
(pmg)