Sikap Gamang Sekjen PAN di Kubu Prabowo atau Jokowi

Bimo Wiwoho, CNN Indonesia | Kamis, 02/08/2018 04:46 WIB
Sikap Gamang Sekjen PAN di Kubu Prabowo atau Jokowi Sekjen PAN Eddy Suparno. (CNN Indonesia/Aulia Bintang Pratama)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno tampak gamang saat ditanya soal posisi partainya dalam menghadapi pilpres 2019 mendatang.

Dia belum mau menyatakan secara tegas apakah partainya ikut dalam koalisi pendukung Prabowo Subianto atau Joko Widodo.

Hal itu tampak ketika Eddy usai bertemu Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, Sekjen PKS Mustafa Kamal, serta Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan. Mereka duduk bersama di rumah milik kader Gerindra di kawasan Kemang, Jakarta, Rabu malam (1/8).



Mulanya, Eddy mengklaim telah ada ikatan emosional yang terjalin antara Gerindra, PKS, PAN, dan Demokrat. Dia mengatakan hal tersebut secara gamblang.

Ikatan emosional yakni terbentuk lantaran ada kesamaan pandangan dalam melihat kondisi bangsa. Menurut Eddy, Gerindra, PKS, PAN, dan Demokrat bahkan telah memiliki visi yang cenderung seragam.

"Jadi saya pikir ini sudah menjadi modal kita untuk melakukan komunikasi-komunikasi berikutnya," ucap Eddy.

Dia mengatakan ikatan emosional yang ada akan berlanjut hingga pada pembahasan soal program dan tindakan yang akan dilakukan keempat partai.


Sejumlah penjelasan Eddy tersebut menyiratkan bahwa PAN memang akan ikut dalam poros pengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden lantaran sudah membicarakan visi misi dengan tiga partai lainnya.

Akan tetapi, dia tidak menjawab dengan lugas ketika diberondong pertanyaan soal posisi partainya secara tegas.

Eddy mengungkapkan saat ini PAN masih menjalankan mandat Rakernas 2017 lalu, yakni mengusung Zulkifli Hasan untuk berpartisipasi di pilpres 2019. Mandat itu pun bisa berubah.

PAN bakal menghelat Rakernas pada 5-6 Agustus mendatang. Rakernas itu akan menentukan arah politik PAN dalam Pilpres 2019.

"Apakah mandat itu tetap akan kita pertahankan atau ada peninjauan kembali," ujar Eddy.


Ketika ditanyakan soal kans PAN bergabung dengan koalisi Jokowi usai Rakernas, Eddy tidak menjawab tegas.

Dia hanya mengatakan selama ini PAN selalu menjalin komunikasi politik seluas-luasnya. Dengan semua partai, dan juga dengan semua tokoh. Termasuk tokoh nonparpol.

"Dalam komunikasi politik ada fleksibilitas untuk sebuah tujuan yang lebih besar lagi," ucap Eddy.

"PAN dalam hal ini terbuka untuk mengkaji opsi opsi yang ada di atas meja. Ayo kita bahas bersama sama," tutur Eddy.

(pmg)