Aksi Irit Bicara PKS di Pertemuan 4 Sekjen Koalisi Prabowo

Bimo Wiwoho, CNN Indonesia | Kamis, 02/08/2018 08:40 WIB
Aksi Irit Bicara PKS di Pertemuan 4 Sekjen Koalisi Prabowo Sekjen PKS Mustafa Kamal bersama rombongan mendaftarkan caleg DPR RI di KPU, Jakarta, 17 Juli 2018. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Gerindra, PKS, dan PAN menggelar pertemuan di kediaman konglomerat Maher Algadri di kawasan Prapanca, Jakarta Selatan, Selasa (31/7) malam. Selain ketua umum, sekjen serta petinggi-petinggi ketiga partai itu pun turut hadir.

Kala itu, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani mengatakan tiga partai sepakat membuka pintu kepada Demokrat jika ingin berkoalisi. Muzani mengklaim tiga partai tersebut akan menyambut baik dan terbuka.

Pertemuan tersebut lalu berlanjut pada Rabu (1/8) malam. Kali ini, hanya sekjen yang berkumpul untuk duduk bersama. Sekjen Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan ikut dalam pertemuan itu. Pertemuan perdana empat sekjen itu dilaksanakan di suatu rumah milik kader Gerindra di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.


Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani yang tiba pertama di lokasi sekitar pukul 20.15 WIB. Tak lama berselang, tiba Sekjen PKS Mustafa Kamal dan Sekjen PAN Eddy Soeparno. Hinca Panjaitan datang paling buncit.


Sebelum pertemuan, Ahmad Muzani mengatakan mereka bakal membahas hal-hal teknis terkait bangunan koalisi keempat partai, termasuk dalam rangka menghadapi Pilpres 2019.

"Platform visi dan misi dari capres cawapres, bagaimana bentuk struktur bangunannya," kata Muzani sebelum pertemuan.

Pertemuan berlangsung tertutup. Sekitar dua jam kemudian atau pukul 22.00 WIB, Sekjen PKS Mustafa Kamal meninggalkan lokasi pertemuan paling pertama. Dia juga sudah berada di dalam mobil ketika keluar dari tempat pertemuan. Jendela mobil yang membawanya pun tertutup rapat. Seolah tidak ingin meladeni wartawan yang dia tahu sudah menunggu di luar pagar.

Misteri Sekjen PKS dalam Pertemuan 4 Sekjen di KemangHinca Panjaitan. (CNN Indonesia/Joko Panji Sasongko)
Melihat gelagat tersebut, para wartawan pun mencegat mobil tersebut sehingga terhambat tak bisa langsung dipacu sang sopir meninggalkan lokasi.

Para wartawan memanggil-panggil Mustafa dari balik kaca jendela. Namun yang dipanggil bergeming di dalamnya, jendela mobil pun terus tertutup rapat.

Beberapa saat kemudian, karena mobil tak jua bergerak, Mustafa menyerah namun hanya sudi membuka kaca dan memberi sedikit pernyataan.

"Pokoknya PKS memegang teguh menjunjung tinggi rekomendasi ijtima ulama. Sudah itu saja," ucap Mustafa singkat.

Rekomendasi ijtima ulama yang dimaksud Mustafa yakni pasangan calon Prabowo Subianto-Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufi atau Prabowo-Abdul Somad.

Mustafa enggan membeberkan apa yang dibicarakan saat duduk bersama dengan tiga sekjen partai lainnya. Ketika diungkit kembali soal cawapres yang bakal ditawarkan PKS kepada Prabowo, Mustafa menjawab dengan pernyataan dengan makna yang tergolong sama, yakni memprioritaskan rekomendasi ijtima ulama.

"Kita bersama umat, bersama ulama, bersama rakyat Indonesia untuk bangsa Indonesia yang lebih baik," katanya.

Kepergian Mustafa tidak diikuti tiga sekjen lainnya dalam waktu yang berdekatan. Sekitar 20-30 menit kemudian, barulah Sekjan PAN Eddy Soeparno nampak ingin meninggalkan lokasi.

Berbeda dengan Mustafa, Eddy tak langsung menaiki mobilnya guna meninggalkan lokasi. Begitu pula dengan Hinca dan Muzani. Mereka sudi menanggapi pertanyaan wartawan yang ingin tahu isi dan hasil diskusi keempat sekjen. Mereka juga memberikan jawaban yang panjang lebar. Tidak seperti Mustafa yang hanya berkenan memberikan jawaban pendek.

Gelagat Mustafa Sebelum Pertemuan Berlangsung

Sebetulnya, gelagat Mustafa yang tak terbuka sudah tampak sebelum pertemuan berlangsung. Setibanya di lokasi, Mustafa tidak turun dari mobil meski wartawan telah mencegat di depan pagar. Bahkan, Mustafa tidak membuka kaca jendela mobilnya.

Berbeda dengan Muzani, yang tiba terlebih dahulu. Begitu pula Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan yang tiba paling terakhir. Keduanya rela turun dari mobil di luar pagar rumah dan mau disodorkan alat perekam milik wartawan.

Sekjen PAN Eddy, sebetulnya tidak memberikan pernyataan sebelum pertemuan berlangsung seperti yang dilakukan Muzani dan Hinca. Namun, dia tetap menyapa ramah para wartawan yang telah lama menunggu kedatangan keempat sekjen di depan pagar lokasi pertemuan.

"Nanti ya kalau sudah selesai," kata pria berkacamata tersebut.

Di akhir pertemuan, Muzani mengatakan empat sekjen sepakat membentuk dua tim kecil.

"Kami sepakat sepakat [kirim] tiga orang. Tiga untuk tim 1 dan tiga untuk tim 2. Jadi masing-masing 6 orang perwakilan," ungkap Muzani.

Misteri Sekjen PKS dalam Pertemuan 4 Sekjen di KemangPada pertemuan Selasa (31/7), Sekjen PKS Mustafa Kamal (kanan) ikut memberikan keterangan kepada wartawan bersama Sekjen Gerindra Ahmad Muzani (tengah) bersama dan Sekjen PAN Eddy Soeparno (kiri.  (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)


Kedua tim itu akan bertugas menyusun visi dan misi capres-cawapres yang akan diusung bersana. Selain itu, juga membahas suatu kerangka pemerintahan jika mereka memenangkan Pilpres 2019 mendatang.

Hal senada diutarakan Hinca. Lebih lanjut, ia mengatakan pertemuan tidak membahas nama-nama untuk calon pendamping Prabowo. Dia menegaskan dirinya juga tidak datang untuk menawarkan satu nama untuk dijadikan cawapres.

"Kami bicara teknis dan program. Bukan orang," ucap Hinca.

Sementara itu, Sekjen PAN Eddy Soeparno mengatakan hal berbeda. Mulanya, dia mengamini topik diskusi dalam pertemuan membicarakan hal-hal teknis seperti yang diutarakan Muzani dan Hinca. Namun, dia membantah telah ada kesepakatan dari pertemuan tadi.

"Tidak ada hal hal yang sudah dalam bentuk kesepakatan," ucap Eddy.

(kid)