Sekjen PDIP Sebut Kapitra Ampera Gagah Seperti Bung Karno

Feri Agus, CNN Indonesia | Minggu, 05/08/2018 13:08 WIB
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto memperkenalkan pengacara Rizieq Shihab, Kapitra Ampera dalam pembekalan calon legislatif. Kapitra Ampera. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menggelar kegiatan pembekalan kepada bakal calon legislatifnya yang ikut dalam pemilihan umum (Pemilu) 2019, di Hotel Mercure Convention Center Ancol, Jakarta, Minggu (5/8).

Dalam pembukaan acara tersebut, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto memperkenalkan para bakal caleg kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Hasto awalnya meminta para anggota DPR dari Fraksi PDIP yang maju kembali pada Pemilu 2019 untuk berdiri.

"Ada incumbent dari Fraksi PDIP yang dicalonkan, total ada 108," kata Hasto di lokasi acara.


Ia kemudian memperkenalkan bakal caleg PDIP yang merupakan purnawirawan TNI-Polri. Menurut Hasto, dari 14 purnawirawan itu, tiga di antaranya adalah penerima Adhi Makayasa atau penghargaan tahunan bagi lulusan terbaik dari setiap matra.

"Ada yang punya kemampuan kecakapan intelektual, maka tiga di antaranya adalah penerima Adhi Makayasa," ujarnya.


Selepas itu, Hasto lantas memperkenalkan caleg PDIP dari unsur tokoh agama. Salah satunya adalah pengacara Rizieq Shihab, Kapitra Ampera, yang juga mantan aktivis 212. Hasto menyebut Kapitra gagah seperti Presiden pertama Sukarno alias Bung Karno.

"Kemudian ada tokoh agama mohon untuk berdiri. Di sini ada Pak Kapitra Ampera, gagah seperti Bung Karno, luar biasa," kata Hasto.

Secara berturut-turut, Hasto kemudian memepersilakan bakal caleg PDIP dari prosfesi lain, seperti akademisi, wartawan, dan selebriti untuk berdiri. Salah satu mantan wartawan yang 'nyaleg' dari PDIP adalah Putra Nababan.

"Jadi buat teman-teman wartawan belum telat gabung ke PDIP," ujarnya berseloroh.


Kegiatan pembekalan para bakal caleg PDIP ini langsung dipimpin oleh Megawati. Presiden ke-5 Indonesia itu mengatakan acara pembekalan ini perlu dilaksanakan, khususnya bagi kader baru partai yang mendapat nomor urut 3 di Pemilu 2019 itu.

"Saudara-saudara memang saya meminta untuk dilakukan pengarahan karena tentunya yang lama mungkin bosan, tapi yang baru tentunya ingin tahu, apa sih isi perut PDIP," kata Megawati.

Saat masuk sesi pembekalan yang diberikan Megawati, awak media dilarang untuk meliput. Petugas keamanan internal PDIP langsung meminta wartawan untuk keluar ruangan.

Siang ini, Presiden Joko Widodo juga dijadwalkan akan memberikan pembekalan kepada para caleg PDIP yang maju dalam Pemilu 2019. (agi/agi)