Jusuf Kalla Bela Jokowi soal Pidato 'Berantem'

Priska Sari Pratiwi, CNN Indonesia | Senin, 06/08/2018 18:16 WIB
Wapres Jusuf Kalla meyakini polemik pidato Jokowi soal instruksi kepada relawan harus berani jika diajak berantem akan segera berakhir. Wapres Jusuf Kalla meyakini polemik pidato Jokowi soal instruksi kepada relawan harus berani jika diajak berantem akan segera berakhir. (CNN Indonesia/Christie Stefanie).
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) membela Presiden Joko Widodo terkait pidatonya yang menyebut agar para relawan berani jika diajak 'berantem'. Menurut JK, pernyataan Jokowi itu adalah imbauan untuk mempertahankan diri.

"Artinya kalau Anda diserang mesti mempertahankan diri. Masa diserang saja tidak mau mempertahankan diri," ujar JK saat ditemui di gedung MUI, Jakarta, Senin (6/8).

JK menilai pernyataan Jokowi wajar dan sesuai dengan aturan hukum. Siapapun yang diserang, kata dia, berhak untuk mempertahankan diti.


"Kan Pak Jokowi tidak mengatakan hantam, cuma mempertahankan diri," katanya.

JK meyakini polemik ucapan pidato Jokowi tersebut akan segera berakhir. Menurut JK, 'panasnya' situasi hanya terjadi di media sosial.

"Pengalaman pilkada kemarin, pemilu sebelum-sebelumnya aman saja, adem-adem saja, saat pencoblosan juga aman kan," tutur JK.

Dalam pertemuan dengan para relawan beberapa waktu lalu, Jokowi mengajak agar mereka berani jika diajak berantem. Sebelum kalimat itu, Jokowi menyatakan para relawan harus menjaga persatuan, kerukunan, tidak menyebar kebencian, atau saling mencela.

"Jangan membangun permusuhan, ujaran kebencian, fitnah-fitnah. Tidak usah suka mencela, menjelakkan orang lain. Tapi kalau diajak berantem juga berani," ucapnya.

Pernyataan itu kemudian dikritik sejumlah pihak. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono menilai hal itu bisa meresahkan masyarakat.

(osc/sur)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK