"Artinya kalau Anda diserang mesti mempertahankan diri. Masa diserang saja tidak mau mempertahankan diri," ujar JK saat ditemui di gedung MUI, Jakarta, Senin (6/8).
JK menilai pernyataan Jokowi wajar dan sesuai dengan aturan hukum. Siapapun yang diserang, kata dia, berhak untuk mempertahankan diti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pertemuan dengan para relawan beberapa waktu lalu, Jokowi mengajak agar mereka berani jika diajak berantem. Sebelum kalimat itu, Jokowi menyatakan para relawan harus menjaga persatuan, kerukunan, tidak menyebar kebencian, atau saling mencela.
"Jangan membangun permusuhan, ujaran kebencian, fitnah-fitnah. Tidak usah suka mencela, menjelakkan orang lain. Tapi kalau diajak berantem juga berani," ucapnya.
Pernyataan itu kemudian dikritik sejumlah pihak. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono menilai hal itu bisa meresahkan masyarakat.