Muhammadiyah Usulkan 6 Poin Nawacita II ke Jokowi

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Senin, 06/08/2018 21:18 WIB
Muhammadiyah Usulkan 6 Poin Nawacita II ke Jokowi Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nasir. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pimpinan Pusat Muhammadiyah memberikan masukan terkait Nawacita Kedua Presiden Joko Widodo jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 ketika bertemu di Istana, Senin (6/8).

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir berpendapat enam masukan bagi Nawacita Kedua bisa menjadi kekuatan memajukan bangsa. "Poin pertama menjadikan nilai agama hidup di bangsa sebagai nilai luhur kehidupan berbangsa dan bernegara," kata Haedar, Senin (6/8).

Menurutnya, hal ini akan membawa Indonesia lebih beradab, damai, toleran, berkemajuan, dan kokoh.



Kedua, menjadikan Pancasila menjadi landasan, filosofi, dan alam piliri seluruh warga bangsa serta pengelolaan negara.

"Sehingga Pancasila betul-betul terwujud dalam kehidupan kenegaraan dan kebangsaan," ucapnya.

Ketiga, berkaitan dengan kebijakan ekonomi dan keadilan sosial guna mengentaskan kemiskinan serta kesenjangan sosial.

Menurutnya, hal ini sejalan dengan keinginan Jokowi menginginkan kebijakan ekonomi baru yang berkeadilan sosial

"Saya yakin dengan penguatan infrastruktur yang berhasil pada periode ini, konsep ini akan menjadi kekuatan pemerintahan ke depan," tutur Haedar.

Penguatan Kedaulatan

Kemudian PP Muhammadiyah juga mengusulkan Jokowi semakin menegakkan dan mewujudkan kedaulatan bangsa dan negara sesuai amanat konstitusi, sehingga Indonesia menjadi negara kokoh dan berkemajuan.

Selain itu, kelima, Haedar memberikan saran penguatan daya saing sumber daya manusia (SDM) Indonesia berkompetisi di ranah global melalui rekonstruksi dan revitalisasi pendidikan nasional.

Terakhir, kata Haedar, meningkatkan peran proaktif untuk dunia Islam dan menjadi kekuatan Indonesia berada di depan dalam bebas aktif.


Hal ini, kata Haedar, memang telah dirintis Jokowi tetapi perlu ditingkatkan supaya melahirkan kekuatan baru Indonesia sebagai bangsa Muslim terbesar di dunia.

"Jadi kami beri masukan-masukan agar proses politik ke depan tidak hanya bicara wapres, wapres, wapres, tetapi juga berbicara tentang kebijakan strategis," katanya.


Nawacita merupakan program pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla pada 2014. Program ini digagas untuk menunjukkan prioritas jalan perubahan menuju Indonesia yang berdaulat secara politik, serta mandiri dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Sembilan program tersebut yakni, menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara, melalui politik luar negeri bebas aktif, keamanan nasional yang terpercaya.

Selain itu, juga melalui pembangunan pertahanan negara Tri Matra terpadu yang dilandasi kepentingan nasional dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim.

(ugo/asa)