ACTA Deklarasi Abdul Somad Cawapres Prabowo

Tiara Sutari, CNN Indonesia | Selasa, 07/08/2018 13:20 WIB
ACTA Deklarasi Abdul Somad Cawapres Prabowo Abdul Somad dianggap sosok toleran dan pantas mendampingi Prabowo Subianto di Pilpres 2019. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) secara tegas menyatakan dukungan kepada Ustaz Abdul Somad sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto pada kontestasi Pilpres 2019 mendatang.

Ketua ACTA Krist Ibnu T Wahyudi mengatakan Abdul Somad adalah tipikal ulama yang toleran dan memiliki jiwa pemersatu. Oleh karena itu, kata dia sangat cocok mendampingi Prabowo yang memiliki jiwa militer.

"Ustad tipikal ulama toleran, sejuk, komitmen beliau pada Pancasila serta kebinekaan, sangat tegas, terbukti dari ceramah-ceramah beliau," kata Krist melalui pesan yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (7/8).


Krist pun berpendapat Abdul Somad sosok yang dapat diterima semua kalangan yang kerap berbeda pendapat.

Tak hanya itu, Abdul Somad dianggap sebagai anak muda yang cerdas dan kritis terhadap berbagai persoalan bangsa. Somad, Krist mengklaim, bukan penjilat kekuasaan.

"Kadar keilmuan beliau juga cukup tinggi sehingga tidak akan mendapatlkan kesulitan dalam membantu Pak Prabowo memecahkan persoalan-persoalan kebagsaan," katanya.

"Kami berharap agar pasangan Prabowo-UAS bisa segera didaftarkan ke KPU agar kita bisa segera tancap gas melakukan konsolidasi pemenangan," lanjutnya.

Abdul Somad sebelumnya telah direkomendasikan oleh Ijtima Ulama yang digelar Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF).

Saat itu GNPF merekomendasikan Prabowo sebagai calon presiden dengan wakil presiden antara Abdul Somad atau Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf.

Abdul Somad usai keluar rekomendasi itu menyatakan menolak dan lebih mendorong Salim Segaf sebagai cawapres Prabowo. Sementara PKS menyatakan mendukung rekomendasi hasil Ijtima Ulama.

Prabowo sendiri menyatakan dirinya masih membahas sosok cawapres bersama mitra koalisi. 

Dia menyebut menghormati rekomendasi Ijtima Ulama. Di sisi lain Prabowo meminta ruang bagi dirinya untuk berkomunikasi dengan mitra koalisi.

"Kami menghargai semua masukan dari mana-mana. Termasuk dari GNPF kita hargai, tapi juga kita harus musyawarah dengan mitra politik saya," ujar Prabowo.


 
(wis)