"Karena yang maju Rais Aam (Ma'ruf Amin) ya harus menang," ujar Said Aqil di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa (14/8).
Said menilai langkah PBNU mendukung Jokowi-Ma'ruf bukan bagian dari politik. Akan tetapi, PBNU sebagai sebuah organisasi nonparpol memiliki beban politik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"NU itu tidak berpolitik, tapi punya bobot politis, bobotnya berat sekali. Bukan partai politik, tapi punya bobot politis," ujarnya.
"Tidak usah digerakkan, enggak usah dibayar, warga NU akan dukung (Ma'ruf)," ujar Said.
Di sisi lain, Said juga menyampaikan dukungan NU secara struktural kepada Ma'ruf akan bisa dilakukan lewat partai politik, seperti PKB dan PPP.
"Organisasi NU bukan di partai politik. (Tapi) Dulu kan di bawahnya PPP, NU itu bagian dari PPP tadinya, tahun 83 itu khitahnya keluar dari partai politik, serta PPP," ujarnya.
Di sisi lain, Ketum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin enggan berkomentar banyak soal dukungan PBNU kepada Ma'ruf di Pilpres 2019. Ia hanya mengatakan PKB yang mayoritas diisi kalangan NU pasti mendukung Jokowi-Ma'ruf di Pilpres.
"Yang tidak enak-enak itu biar partai (PKB), Kiai Said itu bagian high politics makro," ujar Cak Imin di Kantor PBNU, Jakarta. (osc/sur)