PDIP soal Pengganti Asman Abnur: Hak Prerogatif Presiden

Priska Sari Pratiwi, CNN Indonesia | Rabu, 15/08/2018 04:05 WIB
PDIP soal Pengganti Asman Abnur: Hak Prerogatif Presiden Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan pihaknya menyerahkan penuh kepada Presiden Jokowi soal sosok pengganti Asman Abnur . (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebut sosok pengganti Asman Abnur yang mengundurkan diri sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) menjadi kewenangan presiden.

Hasto mengaku belum tahu latar belakang pihak yang bakal dipilih untuk menggantikan Asman.

"Saya pikir (mundurnya Asman) bagian etika politik yang baik. Terkait siapa yang mengganti kami serahkan sepenuhnya karena itu hak prerogatif presiden," ujar Hasto di Jakarta, Selasa (14/8).


Menurut Hasto, pengganti Asman harus memiliki pemahaman yang baik terhadap proses pemerintahan dan memiliki integritas tinggi. Hal itu penting mengingat masa pemerintahan Jokowi-JK yang hanya tersisa satu tahun lagi hingga 2019.

"Tentu karena Menpan, ya, harus memiliki pemahaman yang baik pada reformasi birokrasi, sehingga makin efisien dan mampu mengemban tugas menjadi pelayan rakyat," katanya.

Asman adalah politisi Partai Amanat Nasional. Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengakui kemungkinan perombakan kabinet kerja terkait keputusan PAN yang memilih di luar koalisi Jokowi.

Asman dijadwalkan menggelar jumpa pers malam ini di kantornya di bilangan Senayan. Sementara itu Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi menjelaskan bahwa mundurnya Asman berkaitan dengan sikap partai yang mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada pilpres 2019.

"Pak Asman menyatakan mohon izin untuk mengundurkan diri dari kabinet dari pemerintahan Pak Jokowi," kata Viva di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (14/8).

Ada dua alasan kata Viva, yang menyebabkan Asman mundur dari jabatannya. Pertama, Asman disebut tidak mau membebani pemerintah ini karena PAN berbeda pilihan dengan koalisi Jokowi.

Alasan kedua, lanjut dia, hal ini juga menjadi sebuah pelajaran politik dalam rangka untuk mempertahankan fatsun dan menjaga kesantunan, serta etika politik. Maka, langkah yang diambil Asman adalah mengundurkan diri. (wis/wis)