Polisi Pasang 1.000 CCTV Pantau Keamanan di Venue Asian Games
CTR | CNN Indonesia
Rabu, 15 Agu 2018 21:56 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Kapolri Jendral Tito Karnavian mengatakan pihaknya siap memantau keamanan Asian Games 2018 melalui sekitar seribu kamera pengintai alias CCTV yang terpasang di sejumlah venue.
"Ada 600 CCTV di GBK dan yang cover venue lain lebih dari 400 CCTV," kata dia, di Polda Metro Jaya, Rabu (15/8).
CCTV ini, lanjutnya, bisa dipantau di dua pusat kendali atau command center yang diisi oleh aparat gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Pemda DKI dan instasi terkait, seperti petuga pemadam kebakaran.
"Jadi ada dua command center nanti. Ada yang di GBK dan ada di Polda nanti tempatnya," terang dia.
Sejauh ini, polisi sudah menetapkan daerah batas pengawasan di sekitaran Asian Games. Diperkirakan ada sekitar 30 ribu orang yang turut memeriahkan jalannya Asian Games.
"Sudah kita tetapkan ring 1, 2, 3 dan 4 di mana saja. Karena nanti banyak yang ngumpul kita harus buktikan kita bisa menyelenggarakan kegiatan taraf internasional," ungkap dia.
Terakhir, Tito juga memastikan pihaknya akan terus mengawal para atlet dari wisma di Kemayoran, Jkarta, menuju venue Asian Games 2018 dan sebaliknya.
"Karena ini mengangkat citra bangsa Indonesia. Maka kita semua saling mendukung. Berkontribusi dan berdoa semoga semua kegiatan berjalan dengan baik," tutup dia.
(arh/pmg)
"Ada 600 CCTV di GBK dan yang cover venue lain lebih dari 400 CCTV," kata dia, di Polda Metro Jaya, Rabu (15/8).
CCTV ini, lanjutnya, bisa dipantau di dua pusat kendali atau command center yang diisi oleh aparat gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Pemda DKI dan instasi terkait, seperti petuga pemadam kebakaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini, polisi sudah menetapkan daerah batas pengawasan di sekitaran Asian Games. Diperkirakan ada sekitar 30 ribu orang yang turut memeriahkan jalannya Asian Games.
Lihat juga:Kapolri Sebut Tiga Ancaman Saat Asian Games |
Terakhir, Tito juga memastikan pihaknya akan terus mengawal para atlet dari wisma di Kemayoran, Jkarta, menuju venue Asian Games 2018 dan sebaliknya.
"Karena ini mengangkat citra bangsa Indonesia. Maka kita semua saling mendukung. Berkontribusi dan berdoa semoga semua kegiatan berjalan dengan baik," tutup dia.
(arh/pmg)