Tunda Demo, Pengemudi Ojol Pilih Mogok Massal di Asian Games

Gloria Safira Taylor, CNN Indonesia | Kamis, 16/08/2018 17:53 WIB
Tunda Demo, Pengemudi Ojol Pilih Mogok Massal di Asian Games Garda Indonesia memutuskan menunda unjuk rasa yang rencananya dilakukan saat pembukaan Asian Games 2018, Sabtu (18/8). (CNN Indonesia/Gloria Safira Taylor)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia memutuskan menunda aksi unjuk rasa yang rencananya akan dilakukan saat pembukaan Asian Games 2018, Sabtu (18/8). Sebagai gantinya, pengemudi ojek online akan mematikan aplikasi selama satu hari tersebut.

Hal itu disampaikan Garda Indonesia melalui konferensi pers yang juga dihadiri oleh Dirjen Perhubungan Darat Budi Setyadi.

Penanggungjawab aksi dari Garda Indonesia, Yohannes Ben mengatakan penundaan unjuk rasa itu untuk menghargai berjalannya gelaran Asian Games yang membawa nama Indonesia di mata dunia.


Yohanes mengaku penundaan tersebut juga untuk memperhitungkan keselamatan dan keamanan bagi masyarakat dan pengendara ojek online. Namun Garda belum memutuskan kapan akan melakukan aksi unjuk rasa setelah penundaan tersebut. 

"Sebagai wujud dukungan terhadap kesuksesan Asian Games dengan ini menyatakan aksi 188 diundur sampai batas waktu yang ditentukan berdasarkan kesepakatan presidium Garda selanjutnya, kami tidak bertanggung jawab terhadap resiko moril maupun materil yang tetap mengikuti aksi mengatasnamakan Garda," ujarnya saat konferensi pers di Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (16/8).

Atas penundaan tersebut, Garda Indonesia tengah mempersiapkan surat penarikan terkait pemberitahuan aksi yang sudah dilayangkan ke Polda Metro Jaya.

Yohanes mengatakan pengemudi ojek online akan mematikan aplikasi atau 'tidak narik' pada pembukaan Asian Games sebagai pengganti aksi yang ditunda tersebut. Aksi 'tidak narik' atau off bid tersebut akan dilakukan di seluruh Indonesia.

Rencana mematikan aplikasi akan dilakukan selama tiga hari yakni pada 18,19 dan 20 Agustus. Namun pihaknya masih merapatkan apakah akan dilakukan selama tiga hari atau hanya satu hari.

Di bawah Garda Indonesia, Yohannes mengklaim terdapat sekitar 1,5 hingga 2 juta pengemudi ojek online se-Jabodetabek.

"Kita sudah sepakat tanggal 18 aksi off bid. Nanti kita rapatkan lahi apakah tiga hari atau hanya satu hari saja. Aksi ini di seluruh Indonesia, karena aksi kita aksi masif nasional jadi serentak seluruh Indonesia," tuturnya.

Yohannes mencontohkan, aksi mematikan aplikasi tersebut pernah dilakukan pada bulan lalu di Yogyakarta, Bogor, Lampung, Surabaya, Palembang dan Medan. Namun aksi tersebut tidak membuahkan hasil yang diingkan melainkan hanya janji manis dari pihak aplikasi.

Rencana demo pengemudi ojek online saat Asian Games disampaikan sejak Juli lalu. Saat itu Garda Indonesia mengatakan demo digelar karena belum ada kata sepakat soal payung hukum dan batasan tarif minimal ojek online. Mereka meminta untuk memperjelas keberadaan ojek online di Indonesia.

"Batas akhirnya seperti itu, jika hingga tanggal demikian pemerintah belum berikan putusan sesuai perjuangan ojek online untuk mengatur tarif maka ribuan ojek online dari seluruh Indonesia akan turun serentak," ujar anggota Presidium Garda Igun Wicaksono saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (17/7).

(wis/wis)