Ferry membandingkan dengan cawapres Sandiaga Uno yang tidak memasang baliho sebelumnya.
"Ini sebenarnya rezeki anak soleh. Masang baliho juga enggak seperti Pak Muhaimin, Pak Rommy, atau Mas Airlangga," kata Ferry "Juga karena Ustaz Abdul Somad dan Anies Baswedan menolak. Maka pilihan jatuh kepada Sandiaga."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, hal itu jelas berbeda ketika Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dideklarasikan sebagai capres-cawapres. Ferry menyindir sekaligus menampik ada dugaan mahar politik yang diberikan Sandi kepada PKS dan PAN demi menjadi cawapres.
Menurutnya, kapabilitas Sandi tersebut sesuai dengan masalah yang dihadapi masyarakat saat ini, yakni berkutat pada aspek ekonomi. Baik itu soal sempitnya lapangan pekerjaan, hingga harga-harga barang pokok yang cenderung tinggi.
"Mudah-mudahan, pemahaman ekonomi makro Pak Prabowo dapat dilengkapi dan disempurnakan pemahaman ekonomi mikro Sandiaga," ujar Ferry.