Istana Klaim Jokowi dan Tim Tak Kampanye 'Zaman Old'

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Selasa, 21/08/2018 02:44 WIB
Istana Klaim Jokowi dan Tim Tak Kampanye 'Zaman Old' Seskab Pramono Anung mengklaim Jokowi tak akan memakai pola kampanye seperti zaman dulu. Kali ini Jokowi dan tim akan bekerja sebagai bentuk kampanye terbaik. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Kabinet Pramono Anung memastikan kinerja pemerintahan tak akan terganggu karena Presiden Joko Widodo maju dalam Pilpres 2019 dan sejumlah menteri menjadi tim pemenangannya.

Pramono menyatakan Jokowi beserta jajaran menteri akan tetap fokus bekerja menyelesaikan tugas serta kebijakan-kebijakan di segala sektor pemerintahan dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

"Kalau kampanye seperti dulu rasanya sudah tidak zamannya lagi. Pertama menguras tenaga terlalu berlebihan sehingga beliau akan konsen tetap bekerja memprioritaskan target dan rencana dari presiden," kata Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (20/8).


Empat tahun lalu, Jokowi berkampanye dengan mendatangi pusat massa seperti di stadion atau lapangan untuk bertemu dengan masyarakat pendukungnya.

Saat itu ia bahkan langsung melepaskan jabatan Gubernur DKI Jakarta sehingga fokus mempersiapkan diri untuk Pilpres 2014 melawan pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa.

Kali ini, kata Pramono, Jokowi beserta jajaran menteri akan merealisasikan kerja sebagai bentuk kampanye terbaik.

"Karena memang itu yang jadi hal utama dari presiden, beliau akan mengutamakan kerja karena beliau merasa lima tahun tidak banyak, sehingga satu tahun terakhir difokuskan bekerja," kata mantan Wakil Ketua DPR ini.

Pramono menegaskan hal itu bakal diikuti jajaran menteri anggota tim pemenangan sebab para menteri berada dalam posisi pengarah sehingga tidak bekerja teknis dan tugas kementerian tidak terganggu.

"Enggak ada orasi-orasian, menteri bekerja," ucapnya.

Sejumlah menteri yang didaftarkan sebagai anggota timses ke Komisi Pemilihan Umum ialah Menko PMK Puan Maharani, Seskab Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menperin Airlangga Hartarto, serta Staf Khusus Presiden Diaz Hendropriyono.

Selain itu, terdapat juga jajaran pejabat pemerintahan lain seperti Wakil Presiden Jusuf Kalla, Anggota Dewan Pembina BPIP Try Sutrisno, serta Menteri Keuangan Sri Mulyani. (osc/osc)