Anies Ingin Atlet Fokus Asian Games, Bukan Cari Prostitusi

Dias Saraswati, CNN Indonesia | Senin, 20/08/2018 18:13 WIB
Anies Ingin Atlet Fokus Asian Games, Bukan Cari Prostitusi Gubernur DKI Anies Baswedan menyebut para atlet Asian Games fokus berkompetisi, bukan mencari yang lain seperti tempat prostitusi. (CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati).
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan angkat suara soal pemulangan empat atlet bola basket putra Jepang yang diduga terlibat prostitusi selama di Jakarta dalam rangka Asian Games 2018.

Anies mengimbau kepada para atlet yang datang untuk fokus berkompetisi dalam cabang olahraga yang diikuti, bukan hal lain.

"Saya menganjurkan kepada para atlet yang datang ke Asian Games bersiaplah untuk olahraga, jangan untuk yang lain," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Senin (20/8).



Anies mengibaratkan Jakarta seperti halnya kota-kota lain di dunia, di mana segala sesuatu yang dicari bisa didapatkan.

Misalnya, kata Anies, jika seseorang mencari tempat ibadah maka akan menemukan masjid, gereja, klenteng, dan sebagainya.

Lalu, jika seseorang mencari tempat belajar maka akan menemukan perpustakaan maupun tempat untuk berdiskusi.

"Anda mau cari tempat kesenian ada banyak, Anda mau nonton film ada bioskop," kata Anies.

Karenanya, Anies menilai apa yang diperoleh seseorang di suatu negara akan tergantung pada keinginan orang tersebut.

"Semuanya kembali kepada orangnya, apa yang dicari itu yang nanti akan didapat," ujarnya.

Anies Ingin Atlet Fokus Asian Games, Bukan Cari ProstitusiIlustrasi kawasan prostitusi red light district. (CNN Indonesia/Endro Priherdityo)
Di sisi lain, Pelaksana tugas (plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Asiantoro mengaku belum menerima informasi soal dugaan praktik prostitusi selama perhelatan Asian Games 2018.

"Saya belum tahu infonya, saya belum tahu, kita belum dapat kabar," ujar Asiantoro di Gedung DPRD DKI, Senin (20/8).

Kendati demikian, Asiantoro mengklaim pihaknya masih terus melakukan pengawasan terhadap praktik prostitusi di Jakarta.

Dengan kejadian tersebut, ia pun menyebut akan meningkatkan pengawasan terhadap praktik prostitusi.

"Yang jelas harus ditingkatkan," katanya.


Empat atlet bola basket putra asal Jepang terpaksa dicoret dari ajang Asian Games 2018 setelah diduga terlibat prostitusi selama berada di Jakarta, kata Komite Olimpiade Jepang (JOC).

Keempat atlet itu kedapatan berada di sebuah distrik "lampu merah" Ibu Kota dengan seragam timnas mereka pada pekan lalu.

Keempat pemain basket itu adalah Yuya Nagayoshi, Takuya Hashimoto, Takuma Sato, dan Keita Imamura.

"Saya hanya merasa malu," ucap Yasuhiro Yamashita kepala delegasi Jepang untuk Asian Games 2018 kepada wartawan, Senin (20/8).

"Kami sangat meminta maaf dan berniat memberikan bimbingan menyeluruh bagi seluruh atlet kami mulai sekarang," katanya. (osc/pmg)