"Indonesia ini negara besar, negara modern, tapi menyelesaikan kasus tanah masih tembak-tembakan," ujar Ferry dalam diskusi di kantor CSIS, Jakarta, Senin (20/8).
Ferry menekankan penyelesaian sengketa tanah harus ditempuh dengan cara yang lazim diterapkan di negara maju.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun mengklaim Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bakal mengkaji cara penyelesaian sengketa agraria yang baik bagi masyarakat. Nantinya, kata Ferry, Prabowo-Sandi akan menawarkan tata cara penyelesaian yang lebih ramah kepada masyarakat.
Di tempat yang sama, Sekjen Partai NasDem Johnny G Plate menyayangkan oposisi yang kerap mengkritik pemerintah tanpa berdasar data. Johnny menilai kontestasi politik harus benar-benar menjanjikan hal yang riil dan bisa diterapkan. Dengan kata lain, bukan hanya sekadar di bibir saja.
"Ada banyak serangan ekonomi tapi tanpa basis data. Ilusi pilpres saja. Retoris saja sulit dilaksanakan untuk rakyat," ucap Johnny. (agi)