"Maaf, Untuk perkawinan putranya saja Jokowi bisa berpindah kantor sementara di Solo, masak untuk bencana besar lombok tidak dilakukan," kata Andi di akun twitternya @AndiArief__.
Lebih lanjut Andi juga mempertanyakan alasan pemerintah tidak menetapkan situasi pascagempa di Lombok sebagai bencana nasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Twitter]
Andi menyatakan sikap pemerintah itu karena Presiden dan menteri terkait serta BNPB menyatakan Pemda setempat masih mampu mengatasi sampai rekonstruksi dan rehablitasi.
Dia lantas membandingkan alasan tersebut dengan alasan pemerintah saat ini yang belum juga menetapkan status bencana nasional terhadap gempa Lombok.
"Kalau kami menyatakan bencana nasional berarti bencana itu seluruh nasional, dan menjadikan travel warning. Negara-negara bukan hanya ke Lombok tapi bisa ke Bali dampaknya luar biasa, yang biasanya tidak diketahui oleh publik," ujar Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (20/8). "Begitu dinyatakan bencana nasional maka seluruh Pulau Lombok akan tertutup untuk wisatawan dan itu kerugiannya lebih banyak."
Suasana di Lombok pascagempa. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
"Bukankah orang akan lebih peduli jika tempat favoritnya mendapat musibah?" kata Andi.
"Alasan pariwisata jangan jadi penghalang penetapan status bencana," ujarnya menambahkan.
Suasana di Lombok pascagempa. (CNN Indonesia/Andry Novelino)