Preman Palak Sopir di Tanah Abang Terancam 9 Tahun Penjara

CTR, CNN Indonesia | Kamis, 30/08/2018 08:29 WIB
Preman Palak Sopir di Tanah Abang Terancam 9 Tahun Penjara Ilustrasi lokasi parkir di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sub Direktorat 3 Reserse Mobile Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menangkap empat preman yang kerap memalak sopir bajaj dan pengunjung Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

"Kita menindaklanjuti dari video yang viral di media sosial dan kita berhasil menangkap preman palak ini," kata Kanit I Subdit Resmob Polda Metro Jaya Kompol Malvino di Mapolda, Jakarta, Rabu (29/8).

Empat tersangka berinisial MN, IS, MS dan I diciduk polisi di sekitar Blok A dan Blok F Pasar Tanah Abang.



Mereka diketahui kerap melakukan pungutan liar sekitar Rp2.000 untuk setiap mobil dan sopir bajaj sebanyak Rp20.000 hingga Rp25.000.

"Apabila tidak diberikan tersangka bakal memukuli korban dan sopir bajaj dilarang untuk menunggu di sekitaran pasar," lanjut Malvino.

Malvino mengatakan uang itu dipakai para preman untuk menghidupi kebutuhan hidup sehari-hari. Sejauh ini belum ada informasi uang itu disetor kepada suatu instansi atau orang tertentu.

"Tidak ada pihak yang terlibat. Mereka melakukan secara berkelompok. Sejauh ini informasinya demikian," terang dia.


Polisi menjelaskan, dari tangan I disita uang Rp35 ribu, MS disita uang Rp55 ribu, MN disita uang Rp134 ribu dan dari tersangka IA disita uang Rp164 ribu. Rata-rata penghasilan mereka Rp150 ribu per hari.

"Para tersangka dikenakan pasal 368 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 9 tahun," tutup Malvino.

Polisi menangkap keempat preman pasar itu pada Senin (27/8) siang karena mereka telah meresahkan warga sekitar.

Sebelumnya video terkait preman yang memalak sopir bajaj di Tanah Abang beredar di media sosial dan aplikasi tukar pesan. Video itu menampilkan aksi para pelaku di lokasi yang berbeda.

(pmg)