Petisi Online 'Bebaskan Meiliana' Tembus 190 Ribu Peserta

CTR, CNN Indonesia | Kamis, 30/08/2018 18:18 WIB
Petisi Online 'Bebaskan Meiliana' Tembus 190 Ribu Peserta Pernyataan sikap terkait kasus yang menimpa Meiliana. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jumlah peserta petisi daring mendukung Meiliana di situs change.org saat ini sudah tembus hampir 200 ribu orang. Mereka menuntut Meiliana bebas karena divonis sebagai terdakwa penistaan agama.

"Hingga hari ini yang sudah menandatangani adalah sebanyak 192.752 dan terus bakal berlanjut," kata Campaign Manager Change.org Indonesia, Dhenok Pratiwi, di Jakarta, Kamis (30/8).

Hingga pukul 18.17 WIB jumlah penandatangan petisi ini berjumlah 194.506 orang.


Petisi itu dibuat sebagai reaksi atas putusan Pengadilan Negeri Medan, yang menjatuhkan vonis 1,5 tahun penjara terhadap Meiliana asal Tanjung Balai, Sumatera Utara dengan delik penistaan agama. Meliana divonis bersalah karena mengeluh soal volume pelantang yang digunakan oleh masjid saat melantunkan azan.


Dilansir dari situs change.org pada Kamis (30/8), petisi berjudul 'Bebaskan Meiliana, tegakkan toleransi!' dibuat oleh Anita Lukito. Anita menyampaikan petisi itu kepada Presiden Joko Widodo, Kementerian Agama, Mahkamah Agung, dan Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Dalam penjelasannya, Anita mengutip pendapat Wakil Ketua SETARA Institute, Bonar Tigor Naipospos, yang menganggap Meiliana hanya kambing hitam dari kerusuhan di Tanjung Balai beberapa waktu lalu.

Pengacara Meliana, Ranto Sibarani menegaskan Meliana menyampaikan soal azan dengan kalimat yang santun. Bahkan ahli saksi bahasa yang dihadirkan dalam persidangan, sambung Ranto, mengatakan tidak bisa langsung memahami percakapan Meliana tanpa rekaman.

"Satu-satunya cara dengan memperdengarkan rekaman. Sementara rekamannya enggak ada. Lalu bagaimana nanti wajah hukum kita," tegas Ranto.


Hukuman itu dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, yang diketuai Wahyu Prasetyo Wibowo dalam sidang Selasa (21/8). Majelis hakim menyatakan Meiliana terbukti bersalah melakukan perbuatan penistaan agama yang diatur dalam Pasal 156A KUHPidana. (ayp/ayp)