Anies Akui Banyak Tanah di Jakarta Belum Tercatat

Dias Saraswati, CNN Indonesia | Selasa, 04/09/2018 20:40 WIB
Anies Akui Banyak Tanah di Jakarta Belum Tercatat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan selama ini pencatatan tanah di Jakarta mengalami kendala. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan masih banyak tanah di Jakarta yang hingga kini belum terdaftar.

"Kita masih memiliki PR besar untuk memastikan bahwa ada pencatatan atas kepemilikannya yang benar," kata Anies di Pulomas, Jakarta Timur, Selasa (4/9).

Atas dasar itu, Pemprov DKI Jakarta mencanangkan Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas.


Dengan gerakan tersebut, Pemprov DKI bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) melakukan pencatatan serta pengukuran tanah di Jakarta, baik tanah aset Pemprov maupun tanah milik warga.

Anies mengatakan selama ini pencatatan tanah di Jakarta memang mengalami kendala. Menurutnya, hal itu kerap kali dialami para petugas BPN saat melakukan pengukuran dan pencatatan tanah.

Ia pun berharap masyarakat Jakarta ikut aktif dalam memberitakan tanda batas di lahan yang mereka miliki.

"Dengan begitu, ketika petugas datang, petugas bisa langsung melakukan eksekusi," ujarnya.

Dengan data-data kepemilikan aset tanah, Anies berharap tahun depan Jakarta bisa memiliki peta dasar yaitu Jakarta satu.

Nantinya, peta dasar itu akan menjadi rujukan untuk semua informasi kewilayahan di Jakarta.

"Termasuk nanti di atasnya informasi perpajakan, kependudukan, info atas kepemilikan aset-aset, baik tanah maupun barang lainnya," tutur Anies.

Anies Akui Banyak Tanah di Jakarta Belum TercatatIlustrasi pemukiman di kawasan Pluit, Jakarta Utara. (CNN Indonesia/Ranny Virginia Utami)
Lebih dari itu, Anies menyampaikan Pemprov DKI juga telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp120 miliar untuk program sertifikasi tanah di Jakarta.

Dengan program tersebut, diharapkan akan ada sekitar 282 ribu bidang tanah milik masyarakat Jakarta yang belum bersertifikat akan memiliki sertifikat sebagai bukti kepemilikan.

"Sesudah ini tuntas maka seluruh tanah masyarakat tidak ada lagi yang tidak bersertifikat dan tidak ada lagi yang proses pengukurannya bermasalah," kata Anies.

Di sisi lain, Kepala Kanwil BPN DKI Jakarta Jaya mengatakan saat ini setidaknya sudah ada 332.655 sertifikat yang dikeluarkan oleh BPN.

Jaya pun berharap tahun depan seluruh tanah di Jakarta sudah bisa tersertifikat.

"Tahun depan terakhir seluruh bidang tanah di DKI terdaftar sejalan dengan keinginan Pemprov DKI tahun 2019 Jakarta menuju satu peta," kata Jaya.

(pmg)