Hal itu ia sampaikan untuk merespon aksi BEM Universitas Islam Riau yang mendemo Jokowi hingga menduduki kantor DPRD Riau, kemarin (10/9).
"Jangan sampai BEM ini seperti KAMMI, yang bertindak seperti saluran bertindak PKS. Selalu berpikir konfrontatif dan negatif serta tidak mendidik mahasiswa," kata Aria saat ditemui di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta, Selasa (11/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Mahasiswa UI Gugat UU Terorisme ke MK |
Ia pun mengimbau agar mahasiswa tak terpengaruh oleh pola pikir semacam itu. Lebih lanjut, Aria tak mempersoalkan aksi demo yang dilakukan oleh para mahasiswa.
Aria menjelaskan bahwa seorang mahasiswa memiliki perbedaan dengan ormas kepemudaan dalam bertindak.
Ia menilai mahasiswa harus mamanfaatkan daya nalar analitis dan kritisnya dalam bertindak untuk mereapin isu tertentu.
Aria pun tak mempersoalkan jika aksi yang dilakukan oleh mahasiswa berdasarkan nalar kritis dan tak didorong oleh mobilisasi politik.
Seperti dikabarkan, ribuan mahasiswa Universitas Islam Riau berhasil menjebol pagar dan menduduki ruang rapat paripurna gedung DPRD Riau Senin (10/9).
Di dalam ruang paripurna itu, beberapa orang mahasiswa menyampaikan orasi dan menyerahkan petisi yang berisi tuntutan terhadap pemerintah.
Tuntutan itu diantaranya meminta Jokowi untuk menstabilkan perekonomian negara, tidak membatasi hak demokrasi bagi masyarakat dan menuntaskan kasus korupsi di PLTU Riau I. (eks)