TGB Siap Menangkan Jokowi Meski Tak Masuk Timses

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Sabtu, 15/09/2018 01:00 WIB
TGB Siap Menangkan Jokowi Meski Tak Masuk Timses Gubernur NTB Tuan Guru Bajang Zainul Majdi menyatakan bakal kampanye untuk Jokowi setelah jabatannya berakhir September ini. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi menyatakan siap memenangkan pasangan calon presiden Joko Widodo dan calon wakil presiden Maruf Amin di Pilpres 2019.

Perjuangan itu, kata TGB, bakal dilakukan meski dirinya tak terdaftar atau diberikan posisi khusus dalam struktural Tim Kampanye Nasional (TKN).

"Saya tidak pernah bicara posisi sejak awal. Saya pikir kalau bertemu dalam satu visi, keyakinan, memperjuangkan pemimpin yang baik kami bekerja untuk itu," kata TGB di Ayana Mid-Plaza Hotel, Jakarta, Jumat (14/9).


Sebelumnya, Ketua Umum PPP Romahurmuziy dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menyatakan bakal mengajak TGB dalam TKN meski tak menyebutkan posisinya.

TGB tak berkomentar lanjut soal itu walaupun berulang kali dikonfirmasi mengenai posisi dan tugasnya dalam kampanye yang bakal dimulai 23 September.

Dia hanya menyatakan bakal langsung bekerja setelah tak lagi menjabat Gubernur NTB.

"Ketika saya selesai saya akan ikut memperjuangkan calon pemimpin yang saya anggap terbaik sesuai visi misi, kinerja, upaya membangun indonesia," katanya.

"Bersama Bapak calon presiden Pak Jokowi dan Pak cawapres Pak Kiai Haji Ma'ruf Amin," TGB menegaskan.

Setelah 10 tahun menjabat, dalam beberapa hari, TGB tak lagi memimpin NTB. Kursi kepemimpinan bakal diisi pasangan Zulkieflimansyah dan Sitti Rohmi Djalilah yang diusung Partai Demokrat dan PKS.

"Ya, berikhtiar dengan baik memenangkan Pak Jokowi dan Pak Ma'ruf. Teknik strategi nanti dilihat di lapangan. Tapi saya pastikan sesuai Pak Presiden, menjadikan kontestasi ini kontestasi ide dan gagasan," tuturnya.

TGB telah mendeklarasikan dukungannya agar Jokowi memimpin dua periode. Dukungan itu dikatakan TGB berdasarkan kinerja Presiden Jokowi terhadap daerahnya seperti pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika.

Ia berpendapat Jokowi layak diberi kesempatan memimpin lagi guna menyelesaikan yang dimulai.  TGB pun keluar dari Partai Demokrat yang mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. (wis/wis)