Syaikhu Masuk Opsi, PKS Minta Gerindra Setop Wacana Wagub DKI

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 18/09/2018 12:38 WIB
Syaikhu Masuk Opsi, PKS Minta Gerindra Setop Wacana Wagub DKI Ahmad Syaikhu jadi salah satu opsi tokoh yang ditawarkan PKS untuk menjadi Wagub DKI pengganti Sandiaga Uno. (Detikcom/Dikhy Sasra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) disebut telah menyiapkan dua nama untuk mengisi posisi Wakil Gubernur DKI Jakarta yang ditinggalkan Sandiaga Uno. Salah satu nama yang disiapkan adalah mantan Wakil Wali Kota Bekasi yang juga mantan calon wakil gubernur Jabar dalam Pilgub 2018, Ahmad Syaikhu.

Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid menjelaskan Syaikhu masuk menjadi salah satu opsi karena dinilai memenuhi kriteria berdasarkan latar belakangnya di berbagai bidang, terutama dalam pengelolaan keuangan.

"Pak Syaikhu memang sangat panjang kinerjanya, dalam konteks ini dalam STAN, dalam BPKP pernah, Wakil Ketua DPRD pernah, Wakil Wali Kota juga," kata Hidayat di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (18/9).



Namun, Hidayat enggan mengungkap satu nama lain yang disiapkan untuk menggantikan posisi Sandi sebagai Wagub DKI Jakarta.

Sebelumnya, selain Syaikhu sejumlah nama yang dijagokan dari PKS untuk menjadi Wagub DKI beberapa di antaranya adalah Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera dan Mantan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.

Syaikhu Masuk Opsi, PKS Minta Gerindra Setop Wacana Wagub DKIHidayat Nur Wahid. (CNN Indonesia/Joko Panji Sasongko)
Alih-alih menyebutkan satu nama lainnya, Hidayat meminta agar Gerindra DKI Jakarta berhenti mengumbar wacana di publik terkait posisi wakil gubernur. Gerindra DKI diminta menghormati kesepakatan dengan PKS di tingkat pusat.

"Saya harap rekan-rekan di Gerindra untuk menyelesaikan masalah dengan pimpinan tertinggi mereka dan tidak perlu berwacana terlalu banyak di publik," ujar Hidayat.

"Kalau nanti ternyata pimpinan tertinggi mereka memerintahkan untuk melakukan sesuatu seperti yang disepakati nanti akan merepotkan semuanya," lanjutnya.

PKS, kata dia, tengah menunggu keputusan yang akan diambil Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto terkait hal tersebut.

Wakil Ketua MPR ini juga yakin Prabowo berkomitmen terhadap apa yang sudah disepakati yaitu memberi kursi wakil gubernur kepada PKS.

"Kami percaya Pak Prabowo orang yang bisa dipegang komitmennya," ujar Hidayat.

Sehari sebelumnya, Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi pun meminta agar partai koalisi yakni Gerindra, setuju dengan pilihan partainya. Ia pun mengimbau agar Ketua DPD Gerindra DKI yang juga Wakil Ketua DPRD DKI Muhammad Taufik tak perlu bersikukuh menjadi pengganti Sandiaga di Balai Kota.

"Saya sih berharapnya Gerindra-PKS satu saja sudah, Pak Taufik enggak usah maju," ujar Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi, Senin (17/9).

Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kementerian Dalam Negeri Sumarsono menyebut Keputusan Presiden (Keppres) terkait pengunduran diri Sandiaga Uno dari jabatan Wakil Gubernur DKI Jakarta sudah terbit.

"Sudah (terbit), masih disegel," kata Sumarsono saat dikonfirmasi, Selasa (18/9).

Sumarsono juga mengungkapkan saat ini surat tersebut sudah dikirim ke Biro Pemerintahan DKI untuk diserahkan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

(swo/kid)