KPU Tegaskan Iklan Jokowi di Bioskop Bukan Tergolong Kampanye

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 18/09/2018 22:28 WIB
KPU Tegaskan Iklan Jokowi di Bioskop Bukan Tergolong Kampanye Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengatakan kampanye yang dijelaskan dalam UU Pemilu mengandung visi, misi, dan program paslon guna meyakinkan pemilih. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan menegaskan kontroversi iklan keberhasilan pemerintah yang dipasang Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) di bioskop bukan tergolong iklan kampanye untuk pemilu 2019.

Hal itu ia sampaikan merespons berbagai tudingan bahwa calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) mencuri start kampanye karena menayangan iklan hasil kinerja pemerintah di bawah kepemimpinannya di bioskop.

"Dari semua ukuran, iklan bendungan itu bukan iklan kampanye," kata Wahyu saat ditemui di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta, Selasa (18/9).



Keberadaan Wahyu di rumah pemenangan tim kampanye nasional Jokowi-Ma'ruf itu sendiri untuk memenuhi undangan hadir dalam diskusi yang mengangkat tema 'Pelanggaran Kampanye'. Selain Wahyu, hadir pula dalam diskusi tersebut anggota Bawaslu RI Fritz Edward Siregar.

Soal iklan kinerja pemerintah yang dituding sebagai kampanye dini Jokowi, Wahyu juga sudah menyaksikannya secara langsung.

Wahyu pun menegaskan iklan tersebut tak tergolong dalam kategori kampanye sebagaimana yang diatur dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu. Dia mengatakan dalam iklan-iklan tersebut tak mengandung visi, misi, dan program dari pasangan calon yang bertujuan untuk mempengaruhi masyarakat dalam memilih.

"Kita harus nilai berdasarkan aturan. Kampanye itu menawarkan visi, misi dan program untuk meyakinkan pemilih," kata dia.

"Iklan bendungan itu iklan kampanye apa bukan? apakah iklan mengandung visi misi program? jawabannya tidak," tambahnya.

Selain itu, Wahyu juga mengatakan iklan pemerintah itu tak mengandung citra diri dari pasangan calon. Citra diri, kata dia, dapat berbentuk foto, gambar, atau suara pasangan capres-cawapres berpasangan yang dipasang di berbagai media untuk memengaruhi masyarakat.

"Citra diri ini berdasarkan kesepakatan gugus tugas KPU, Bawaslu, dan Komisi Penyiaran yaitu foto, gambar, dan suara pasangan capres dan nomor urut paslon, nah disitu ada tidak [aspek ini]? Tidak ada," kata dia.


Sebelumnya, pada 12 September lalu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Biro Humas Kemkominfo Ferdinandus Setu mengakui iklan kinerja pemerintah di bioskop dipasang untuk menyasar generasi milenial. Kemkominfo membantah iklan tersebut terkait Pemilihan Presiden 2019.

"Fungsi Kemkominfo adalah Government Public Relation, kabar baik pemerintah yang berjalan harus kami sampaikan, siapapun rezimnya harus kami sampaikan, kebetulan sekarang pak Jokowi," kata Ferdinandus kepada CNNIndonesia.com, Rabu (12/9). (rzr/kid)