"Baru cair itu hari Senin kemarin dari INASGOC, nah itu kan masuk ke rekening sekolah. Barang kali juga tidak ada pemberitahuan," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Bowo Irianto, di Balai Kota Jakarta, Kamis (20/9).
Bowo menyatakan saat ini pihak Dinas Pendidikan DKI Jakarta tengah meminta data sekolah yang telah menerima honor kepada INASGOC. Sebab menurut dia seharusnya INASGOC juga berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta terkait pencairan honor para penari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konon honor harus diterima oleh setiap penari sebesar US$15 atau sekitar Rp223 ribu per hari sejak masa latihan hingga pagelaran. Sehingga total honor seharusnya dikantongi setiap penari sebesar Rp3,3 juta.
Gatot mengtakan setelah Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) melunasi pembayaran 1600 penari dari 18 SMA di Jakarta, hal itu bukan lagi menjadi tanggung jawab mereka. Gatot mengembalikannya kepada pihak sekolah yang diminta untuk transparan kepada anak didiknya.
"Itu hal yang kurang baik di lembaga pendidikan. Sejak kecil harusnya mereka sudah dididik masalah transparansi. Harusnya edukasi transparansi ini sudah diajarkan sejak dini," kata Gatot melalui sambungan telepon kepada CNNIndonesia.com, Selasa (18/9) lalu. (dis/ayp)