Ucapan Syahadat itu dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) Muhammad Al Khaththath di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Jumat (21/9) malam.
"[Nomor urut] dua artinya dua kalimat syahadat," ujar dia, diikuti seruan kalimat syahadat para relawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam orasinya, Al Khaththath menyinggung khutbahnya di depan Prabowo saat Salat Jumat di Masjid Sunda Kelapa pada hari pendaftaran Capres Cawapres 10 Agustus 2018.
Dia juga menyebutkan saat mendengar khutbahnya kala itu, Prabowo menangis. Tangisan tersebut, kata dia, menunjukan bahwa Prabowo berhati lembut meski kerap kali dianggap kasar oleh sebagian orang.
"Dan selesai solat jumat saya dirangkul oleh beliau dan beliau mengatakan 'khutbah Anda luar biasa, Saya belum pernah menangis tapi mendengar khutbah yang anda sampaikan saya menangis'," kenang Al Khaththath.
Foto: CNN Indonesia/Fajrian |
"Mudah-mudahan nomor dua, Prabowo-Sandi bisa melaksanakan keduanya," tandas Al Khaththath.
(sah/arh)
Foto: CNN Indonesia/Fajrian