Yusril Tak Mau Sembarangan Dukung Prabowo-Sandi di Pilpres

Tim, CNN Indonesia | Senin, 24/09/2018 19:27 WIB
Yusril Tak Mau Sembarangan Dukung Prabowo-Sandi di Pilpres Yusril Ihza Mahendra. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai Bulan Bintang (PBB) hingga saat ini belum menentukan arah dukungan dalam pemilihan presiden 2019. 

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menyatakan pihaknya tak mau gegabah mendukung salah satu calon presiden dan wakil presiden.

PBB sebelumnya menunggu hasil ijtimak ulama II soal arah dukungan Pilpres 2019. Kemudian Ijtimak telah menyatakan dukungan kepada pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Namun, PBB masih mempertimbangkan untuk mendukung Prabowo_Sandi.


"Kami enggak mau sembarangan dukung Pak Prabowo karena yang pasti akan diuntungkan Gerindra. Kan masyarakat berpikir ini (Prabowo) calon dari Gerindra," ujar Yusril saat ditemui di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (24/9).

Pernyataan Yusril berkaca dari pengalaman saat pilpres 2009. Saat itu PBB menyatakan dukungan pada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang didukung pula oleh PKB, PPP, termasuk Demokrat.

Alih-alih menguntungkan PBB, sosok SBY yang kemudian terpilih sebagai presiden justru menguntungkan bagi Demokrat sendiri.

Menurutnya, hal ini terjadi lantaran masyarakat cenderung memilih asal partai capres yang diusung.

"Demokrat justru naik dua kali lipat, PKB naik setengah, PPP turun hampir 30 persen, dan PBB hilang dari DPR. Itu pengalaman bagi kami," katanya.
Oleh karena itu, Yusril kini lebih berhati-hati dalam menentukan dukungan partainya. Sebab, dari pengalaman selama ini yang diuntungkan hanya partai pengusung capres-cawapres terkait.

Upaya hati-hati ini disebut Yusril merupakan langkah strategis PBB yang tak mau buru-buru memutuskan dukungan.

Di sisi lain, Yusril juga tak menjelaskan lebih jauh apakah PBB bakal mendukung pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin dalam pilpres 2019.

"Negatifnya memang kalau memilih misalnya capres ini akan memilih partai ini. Maka sebenarnya kami lebih menghendaki kalau satu partai satu calon," ucapnya.
(pris/ugo)