PSI Polisikan Fadli Zon soal Potong Bebek Angsa PKI Hari Ini

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 25/09/2018 09:52 WIB
PSI Polisikan Fadli Zon soal Potong Bebek Angsa PKI Hari Ini Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) akan melaporkan Fadli Zon ke Bareskrim Polri terkait unggahan video lagu pelesetan 'Potong Bebek Angsa PKI' hari ini. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Rian Ernest akan melaporkan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri terkait unggahan video 'Potong Bebek Angsa PKI' pada Selasa (25/9).

"Jadi (melaporkan Fadli ke Bareskrim), nanti siang," kata Rian kepada CNNIndonesia.com, Selasa (25/9).

Dia mengatakan laporan polisi dilayangkan karena video yang diunggah Fadli berpotensi menimbulkan keresahan, ketidakpercayaan kepada pemerintah dan alat negara, serta keonaran dan perpecahan.



Bahkan, menurutnya video yang menampilkan tiga orang pria dan enam orang perempuan berhijab dengan memakai seragam biru dan hitam serta topeng penguin tersebut berpotensi menimbulkan pertikaian horizontal.

Sebelumnya, Fadli mengunggah video 'Potong Bebek Angsa PKI' di media sosial Twitter.

Dalam video tersebut, tiga pria dan enam perempuan tampak berjoget diiringi lagu yang berisi sindiran politik. Lagu 'Potong Bebek Angsa' itu diubah liriknya menjadi sarat politik jelang pilpres 2019.

Secara keseluruhan, lagu memuat lirik berisi sindiran kepada lawan politik pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.




Berikut potongan lirik lagu dalam video yang diunggah Fadli:

Potong bebek angsa masak di kuali
Gagal urus bangsa maksa dua kali
Fitnah HTI fitnah FPI
Ternyata mereka lah yang PKI
Fitnah HTI fitnah FPI
Ternyata mereka lah yang PKI

Potong bebek angsa masak di kuali
Gagal urus bangsa maksa dua kali
Takut diganti Prabowo-Sandi
Tralalalalalalalalalala
Takut diganti Prabowo-Sandi
Tralalalalalalalalalala

Lewat akun Twitter-nya, pada 23 September lalu, Fadli Zon mengklarifikasi video tersebut dicuplik media sosialnya bukan buatan dirinya.

"Video yang saya posting itu bukan saya yang membuat. Saya lihat itu kreativitas masyarakat. Lagipula ini negara demokrasi. Kreativitas tersebut masih ada di koridor demokrasi. Demokrasi kita mengajarkan suatu kebebasan selama tidak memfitnah orang lain," demikian kicauan Fadli yang dikutip dari akun Twitter-nya.

Sementara itu, terkait rencana pelaporan atas dirinya ke polisi itu, Fadli Zon menyindir PSI seperti polisi.

Fadli merasa sikap PSI tidak tepat di era demokrasi karena dia tidak membuat video itu dan muatannya tak memfitnah siapapun.

"Memang mereka (PSI) itu polisi lintas siber?," kata Fadli saat dihubungi oleh CNN Indonesia TV, Sabtu (22/9).

Fadli bahkan menyatakan dia tidak segan melaporkan kembali PSI karena justru merasa difitnah.

(pmg)