Prabowo-Sandi Belum Berhenti Dekati Warga NU

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 29/09/2018 06:02 WIB
Prabowo-Sandi Belum Berhenti Dekati Warga NU Pasangan Capres-Cawapres mengikuti Pawai Deklarasi Pemilu Damai 2019-2024 di kawasan Monas dan Patung Kuda. Jakarta.Minggu. 23 September 2018. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo SubiantoSandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan pihaknya akan terus mendekati tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama. Hal itu bakal dilakukan meski tokoh NU seperti Ma'ruf Amin dan putri Abdurrahman Wahid yakni Yenny Wahid sudah berada di poros petahana.

"Intinya semua tokoh ya perlu didekati, silaturahim, jadi Pak Prabowo juga selama ini banyak berkomunikasi dengan kelompok-kelompok ini, ucap Dahnil di kediaman Djoko Santoso, Jakarta," Jumat malam (28/9).

Dahnil menilai warga NU memiliki banyak tokoh. Masing-masing tokoh pun memiliki pengikut. Dengan demikian, Dahnil yakin Prabowo-Sandi dapat meraih simpati dari tokoh NU beserta pengikutnya yang belum menyatakan dukungan kepada Jokowi-Ma'ruf.


"NU juga tokohnya tidak sentral. Jadi banyak tokoh-tokoh yang jadi panutan," ucap Dahnil.

Dahnil memberi contoh KH Maimoen Zubair pemilik Pondok Pesantren Al-Anwar di Rembang dan KH Munif Zuhri pemilik Pondok Pesantren Girikusumo di Demak, Jawa Tengah. Menurut Dahnil, kedua tokoh NU tersebut memiliki pengikut sendiri.
Dahnil mengatakan Prabowo akan mengunjungi kedua tokoh NU itu pada Sabtu (29/9). Dahnil mengklaim Prabowo ingin menjalin silaturahmi. Namun, dia mengamini ada ekspektasi yang berkaitan dengan penggalangan dukungan dalam menghadapi Pilpres 2019.

"Ya pastilah, yang namanya silaturahim apalagi jelang pilpres kita berharap tentu ada komunikasi politik, masukan, tapi sekarang semua itu yang paling penting adalah silaturahim itu," ujar Dahnil.

Yakin Prabowo-Sandi Menang di Jateng

Dahnil mengaku yakin Prabowo-Sandi akan memperoleh suara yang lebih besar daripada Jokowi-Ma'ruf di Jawa Tengah pada Pilpres 2019. Dahnil optimis bukan tanpa alasan.

Dia mengklaim banyak warga Jateng yang kecewa dengan Jokowi. Menurutnya, tidak sedikit warga Jateng yang merasa Jokowi gagal merealisasikan janji-janjinya saat kampanye pada 2014 silam.
"Ya kita optimis sekali ya pertama karena tentu misalnya efek kekecewwaan terhadap Jokowi. Banyak janji yang kemudian tidak terpenuhi. Saya pikir efek itu akan semakin membesar," imbuh Dahnil.

Hal lain yang membuat Dahnil optimis yakni popularitas Prabowo dan Sandi. Dahnil merujuk pada Pilkada Jateng yang lalu.

Menurutnya, pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah berhasil mendapat banyak suara berkat popularitas Prabowo. Suara yang diperoleh pun melebih prediksi sejumlah lembaga survei. Dia optimisi pendukung Sudirman Said-Ida Fauziyah akan memilih Prabowo. Terlebih, saat ini, Sandiaga juga sudah mulai berkampanye.

Dahnil menganggap popularitas Sandiaga juga akan sangat berpengaruh di Jawa Tengah.

"Kini ada tambahannya lho, sandi effect. Emak emak dan lain lain. Kami yakin di Jawa Tengah bisa diartikulasikan menjadi kemenangan," ujar Dahnil. (bmw/age)