PMI Andalkan Helikopter untuk Bantuan Logistik ke Palu

Priska Sari Pratiwi & Dias Saraswati, CNN Indonesia | Senin, 01/10/2018 12:18 WIB
PMI Andalkan Helikopter untuk Bantuan Logistik ke Palu Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta(16/8). (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) mengatakan pihaknya mengirimkan dua unit helikopter ke Palu, Sulawesi Tengah, untuk membantu kemudahan pengiriman bantuan bagi para korban gempa dan tsunami.

"Ya transportasi sedang diperbaiki kan karena airport dan pelabuhan rusak. Jadi kita gunakan helikopter ini untuk bawa bantuan dan angkut korban yang butuh bantuan medis," katanya.

Dua unit helikopter itu adalah tipe Bolcow BO-105. Armada ini akan berangkat dari Hanggar Bukit Baruga, Makassar, Senin (1/10). Heli ini juga disebut sudah digubakan pada gempa Mentawai 2010 untuk menyalurkan bantuan.


Selain heli, JK menyatakan pihaknya mengirimkan bantuan lain yang sesuai kebutuhan para pengungsi.

"Sudah ada pengiriman air, obat-obatan, dokter, dan bahan lain yang dibutuhkan," ujar dia.

Selain dari PMI, lanjutnya, pihak PLN juga akan segera mengirimkan genset dan bahan bakar untuk kebutuhan listrik. Sejumlah gardu induk listrik yang rusak, kata JK, juga akan segera diperbaiki.

Armada PMI di Palu, Sulteng.Armada PMI di Palu, Sulteng. (Dok. PMI)
"Beberapa hal yang butuh diselesaikan seperti listrik, bahan bakar, juga nanti rehabilitasi dan rekonstruksi juga akan dilaksanakan pada waktunya," katanya.

Grup bisnis JK, Kalla Group, juga telah diminta menyiapkan bantuan angkatan laut berupa kapal Roro yang melayani rute Jakarta-Makassar.

Bagi lembaga donor atau perorangan yang akan mengirim bantuan ke Palu, kata dia, dapat menggunakan jasa angkutan tersebut. Hanya saja mereka harus mencari angkutan darat sendiri untuk menuju Palu.

Terpisah, kebutuhan selimut dan tenda yang ada di Posko Korem 132/Tadulako, Palu, saat ini disebut telah habis.

"Selimut sama tenda udah abis, kemarin masih ada," kata Rahmat Aziz, warga Palu, di Korem, Senin (1/10).

Padahal, kata Rahmat selimut dan tenda sangat diperlukan oleh masyarakat. Pasalnya, setelah setelah peristiwa gempa dan tsunami pada Jumat (28/9) lalu hampir setiap malam turun hujan.

Petugas Basarnas membawa korban selamat gempa dan tsunami yang terjebak di dalam restoran Dunia Baru, Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9). Petugas Basarnas membawa korban selamat gempa dan tsunami yang terjebak di dalam restoran Dunia Baru, Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
"Kan dua hari hujan terus, butuh tenda, selimut juga butuh," ucapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Lila. Ia mengungkapkan saat ini dirinya juga membutuhkan bantuan seperti susu bayi dan popok.
Namun, bantuan yang saat ini masih tersedia di posko korem hanya tinggal bantuan logistik makanan saja.

"Tinggal makanan aja yang di sini, yang lainnya udah enggak ada," ujar Lila.

Bencana gempa bumi dengan magnitudo 7,4 SR memicu tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pada Minggu (30/9) mencatat ada 832 korban jiwa.

(arh/sur)