Bamsoet Nilai Fadli Tidak Salah soal Hoaks Ratna Sarumpaet

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 05/10/2018 04:47 WIB
Bambang Soesatyo berpendapat Fadli Zon tak bisa disalahkan dalam kasus hoaks Ratna Sarumpaet. Fadli, kata Bambang, tak tahu bila Ratna berbohong. Ketua DPR Bambang Soesatyo. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua DPR Bambang Soesatyo membela koleganya Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang dianggap ikut menyebarkan kebohongan aktivis Ratna Sarumpaet. Menurutnya, tidak ada yang perlu dipersalahkan termasuk Fadli.

"Kalau Fadli Zon tidak bisa dipersalahkan juga," kata Bambang yang biasa dipanggil Bamsoet di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (4/10).

Fadli, kata dia, bercerita kepadanya bahwa tidak mengetahui Ratna sedang mengarang cerita penganiayaan yang ternyata tidak benar atau hoaks.


Namun, Bamsoet mengatakan inti permasalahan polemik ini adalah kebohongan Ratna yang tidak mengungkap kebenaran cerita sejak awal.

"Ke depan saya berharap tidak ada lagi hal seperti ini. Tidak perlu terjadi lagi. Saya imbau pada elit politik tokoh masyarakat untuk tidak terlalu reaksioner dalam menghadapi suatau isu," katanya.

Dengan demikian, kata Bamsoet, drama penganiayaan Ratna yang berujung hoaks tidak terjadi lagi.

"Cek and ricek itu penting bagi kita sebagai tokoh publik. Apalagi kita sedang menghadapi pesta demokrasi. Sehingga diperlukan kedewasaan," ujarnya.
Sebelumnya, sebanyak empat orang anggota DPR dilaporkan ke MKD karena diduga melanggar etik akibat ikut menyebarkan ke publik soal kebohongan penganiayaan aktivis Ratna Sarumpaet.

Mereka adalah Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, anggota Fraksi PKS Mardani Ali Sera dan anggota Fraksi Partai Gerindra Rachel Maryam. Keempatnya dilaporkan dua perkumpulan advokat secara terpisah.

Sejumlah orang juga melaporkan Prabowo, Sandiaga, Fadli Zon, Fahira Idris hingga Rachel Maryam ke kepolisian. Mereka dianggap turut menyebarkan berita bohong soal kasus penganiayaan Ratna Sarumpaet.
(swo/ugo)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK