Cerita Megawati Tangani Bencana saat Jadi Wapres

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 09/10/2018 00:05 WIB
Megawati Seokarnoputri menuturkan kurangnya Sistem Peringatan Dini bencana menjadi masalah utama Indonesia dalam menanggulani bencana. Megawati Soekarnoputri pamer pernah tangani bencana saat menjadi wapres. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Demokarasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menceritakan pengalamannya menangani bencana saat menjabat sebagai wakil presiden (wapres) dan presiden.

Hal itu disampaikan saat berpidato dalam agenda pelepasan tim Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDIP menuju Sulawesi Tenggah di DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Senin (8/10).

Megawati mengaku pengalaman memimpin bencana terjadi saat menjabat sebagai Wapres. Saat itu menurutnya presiden Abdurrahman Wahid alis Gus Dur menunjuk dirinya untuk menangani bencana.


"Oleh sebab itu, dalam tindak saya sebagai orang yang ditugasi untuk menjalankan, memberikan bantuan saya bagi adalah bencana konflik dan bencana alam," ujar Megawati.


Terkait bencana konflik, Megawati mengaku sempat berada di atas kapal perang TNI AL untuk menyusuri kawasan Indonesia timur, seperti Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, hingga Kalimantan Barat.

Ia mengaku berkeliling selama dua minggu dan bertemu langsung dengan para korban bencana konflik untuk menyerahkan bantuan.

Terkait dengan bencana alam, Megawati mengaku pernah memimpin penanganan bencana gempa di beberapa wilayah, seperti Marauke, Pangandaran, Bengkulu, dan Kepulauan Banggai.

Saat menangani bencana alam tersebut, Megawati mengaku sempat terkejut karena penanganan bencana nasional dipegang oleh tim setingkat Sub Direktorat di bawah Departemen Sosial.

"Jadi saya melihat bagaimana mau melakukan tanggap darurat cepat," ujarnya.


Terkait hal tersebut, Megawati tak menjelaskan secara rinci apa yang dilakukan agar penanganan tanggap darurat menjadi efektif. Ia hanya mengaku sempat membuat terobosan dengan membagi bencana alam menjadi dua jenis, yakni bencana basah dan bencana kering.

Bencana basah meliputi banjir hingga tsunami. Sementara bencana kering seperti gempa dan kebakaran. Dengan pembagian itu, para pihak dapat ditempatkan sesuai dengan kemampuannya.

"Hal-hal seperti itulah yang sudah sejak lama saya inginkan," ujarnya.

Selanjutnya, Megawati juga menceritakan dirinya pernah meminta bantuan TNI untuk membuat topografi Indonesia.

Hal itu dibuat untuk mempermudah Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) yang kini berubah nama menjadi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geografi (BMKG) dalam memantau kondisi alam Indonesia.


Kritik Kurangnya Sistem Peringatan Dini Bencana

Megawati menuturkan kurangnya Sistem Peringatan Dini bencana menjadi masalah utama Indonesia dalam menanggulani bencana. Ia juga melihat sejumlah sistem peringatan dini bencana yang terpasang di sejumlah kawasan tidak terawat dengan baik.

Padahal, ia menilai keberadaan sistem tersebut sangat diperlukan agar penanggualangan bencana bisa dilakukan dengan optimal.

"Itu sangat sangat diperlukan dan itu harus bekerjasama dengan seluruh komponen yang ada," ujar Megawati.

Terkait bencana, Megawati juga meminta Kementerian Pendidikan memberikan pengetahuan kepada para pelajar soal kondisi Indonesia yang berada dalam Cincin Api Pasifik. Posisi itu, kata dia, membuat Indonesia rentan terkena bencana gempa dan letusan gunung.


Terpisah, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan Baguna PDIP mengirimkan berbagai jenis bantuan bagi korban bencana di Sulteng. Bantuan yang diberikan, antara lain makanan, kebutuhan bayi, obat-obatan, hingga pakaian.

Bantuan tersebut, kata dia akan dikirim lewat jalur darat dan udara. Bantuan, klaim dia juga akan kembali dikirim dalam waktu dekat.

Tak hanya itu, ia juga mengatakan Baguna PDIP mengerahkan 102 personel relawan di kawasan tersebut untuk membantu pemerintah.

Ia berharap dengan dukungan bantuan tersebut pemulihan bencana berjalan dengan cepat.

(jps/DAL)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK