FOTO: Keceriaan Anak-Anak Korban Gempa Palu

REUTERS, ANTARA FOTO, CNN Indonesia | Jumat, 12/10/2018 07:29 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Masa tanggap darurat gempa Palu diperpanjang 14 hari hingga 26 Oktober. Pemulihan trauma terutama untuk anak-anak terus berjalan di tenda-tenda pengungsian.

Penanganan dampak gempa Palu, Sulawesi Tengah masih terus berlanjut seiring dengan pemulihan trauma bagi anak-anak korban gempa. Seorang anak pengungsi gempa dan tsunami Palu mengintip dari jendela tenda pengungsian di halaman kantor RRI Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (11/10). ANTARA FOTO/Yusran Uccang/aww/18.
Sejumlah anak korban tsunami mengikuti trauma healing di posko penampungan pengungsi halaman Masjid Agung Darussalam Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (9/10). Trauma healing yang dilakukan untuk membantu memulihkan kejiwaan anak pascagempa bumi dan tsunami. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/aww/18.
Kelas-kelas pendidikan juga digelar di tempat-tempat pengungsian. Di sana anak-anak bisa mengikuti kegiatan belajar-mengajar yang digelar oleh relawan. REUTERS/Darren Whiteside
Anak-anak pengungsi gempa dan tsunami Palu selama masa penanganan dan evakuasi banyak menghabiskan waktu bermain di tempat pengungsian. ANTARA FOTO/Yusran Uccang/aww/18.
Badan Penanggulangan Bencana Nasional telah mengumumkan bahwa Gubernur Sulawesi Tengah memutuskan masa tanggap darurat gempa dan tsunami Palu akan diperpanjang hingga 14 hari ke depan, dari tanggal 13 Oktober hingga 26 Oktober 2019. ANTARA FOTO/Yusran Uccang/aww/18.
Sementara untuk pencarian, penyelamatan dan evakuasi korban hanya akan diperpanjang hingga Jumat (12/10). REUTERS/Darren Whiteside
Hingga Kamis (11/10), pukul 13.00 Wita, jumlah korban meninggal mencapai 2.073 orang. Jumlah orang meninggal di Palu 1.663, Donggala 171, Sigi 223 orang, Parigi Moutong 15 orang dan Pasangkayu satu orang. . REUTERS/Darren Whiteside
Seluruh korban telah dimakamkan. Sebanyak 994 korban dimakamkan di pemakaman massal dan 1.079 di pemakaman keluarga. ANTARA FOTO/Yusran Uccang/aww/18.
Akibat gempa yang terjadi pada Jumat (28/9) lalu sebanyak 67.310 unit rumah rusak, yang tersebar di Kota Palu sebanyak 65.733 unit. Di Kabupaten Sigi 879 unit, dan di Kabupaten Donggala 680 unit. ANTARA FOTO/Yusran Uccang/aww/18.
Masyarakat yang mengungsi terdata sekitar 87 ribu orang. REUTERS/Darren Whiteside