Jokowi: Pidato Game of Thrones Juga untuk Elite Indonesia

Tim, CNN Indonesia | Senin, 15/10/2018 12:21 WIB
Jokowi: Pidato Game of Thrones Juga untuk Elite Indonesia Presiden Joko Widodo. (CNN Indonesia/Christie Stefanie
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo menyatakan pidatonya dalam pertemuan tahunan International Monetery Fund (IMF)-World Bank (WB) beberapa hari lalu di Bali tak hanya untuk elite perekonomian dunia. Menurut Jokowi, pesan dalam pidato yang menganalogikan kondisi ekonomi dengan serial televisi Game of Thrones itu juga ditujukan kepada elite dalam negeri karena relevan.

"Pesan moral yang saya sampaikan tidak hanya relevan dalam pemimpin dunia tapi juga kepada masyarakat, pemimpin dalam negeri, terutama elite yang memperjuangkan kepentingannya," kata Jokowi di Universitas Kristen Indonesia (UKI), Jakarta, Senin (15/10).

Beberapa hari lalu, di hadapan pada pimpinan ekonomi dunia, Jokowi menyatakan perekonomian dan politik dunia saat ini diwarnai pertarungan negara-negara besar serta kekuatan para elite. 


Pertarungan perebutan kemenangan para elite ini sempat dianalogikan seperti serial televisi Game of Thrones oleh mantan Wali Kota Solo ini.

Ia menjelaskan pertarungan ini membuat satu elite atau negara semakin besar dan berjaya. Sementara itu, negara yang lain semakin terpuruk. Padahal, terdapat ancaman lain yang harus diwaspadai selain pertarungan semata.

Dalam Game of Thrones, pasukan mati atau wights adalah ancaman yang harus diwaspadai. Sementara di kehidupan nyata, ancaman terorisme, perubahan iklim, dan penurunan ekonomi global sudah di depan mata.

"Sebenarnya pesan moral utama yang ingin saya sampaikan pada saat itu adalah konfrontasi dan perselisihan akan mengakibatkan penderitaan. Bukan hanya yang kalah namun juga yang menang," kata Jokowi.

Di dalam negeri, Indonesia saat ini menyambut Pilpres 2019 yang akan melibatkan seluruh masyarakat. Rivalitas pendukung kedua pasang calon diharapkan tak merusak pondasi bangsa.

"Pondasi sosial dan politik kita berupa stabilitas dan keamanan, toleransi dan persatuan. Pondasi ekonomi berupa kepercayaan internasional serta kenyamanan dalam berusaha dan bekerja," tuturnya. (osc)